Tampilkan postingan dengan label KE-KEMAPI-AN. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label KE-KEMAPI-AN. Tampilkan semua postingan

Minggu, 05 Juni 2011

Selamat datang SARDINELLA #10

Setelah melewati 3 (tiga) rangkaian prosesi pengkaderan; AROWANA, CME, dan Diklat Keprofesian, 28 Mei 2011 tepatnya hari Sabtu, Keluarga Mahasiswa Perikanan Universitas Hasanuddin, menghelat Inaugurasi di baruga A.P. Pettarani Universitas Hasanuddin untuk mengukuhkan 105 dari 149 mahasiswa baru menjadi anggota keluarga.

"Mati Satu Tumbuh Seribu", kurang lebih begitu isi sebuah pepatah yang seakan mengingatkan kita bahwa setiap waktu dan ruang senantiasa akan lahir generasi muda yang akan "menunaikan" tugas, menggantikan peran generasi tua. Hal ini tentunya menjadi keniscayaan; sebuah kepastian terhadap gerak waktu menuju sesuatu yang kita sebut sebagai keteraturan sosial.

Saat falsafah pengetahuan tidak lagi termaknai untuk memanusiakan manusia melainkan menjadi paradigma perbaikan nasib. Degradasi moralitas masyarakat kampus seolah jauh dari harapan masyarakat tentang lahirnya agen perubah, di tengah keterpurukan seperti ini yang tak kunjung mereda dan merangkak lebih maju akibat ke-apatis-an generasi sebelumnya, generasi muda pun dituntut untuk dapat mengambil peran sebagai bentuk kesadaran tanggungjawab sejarah. Diperlukan suatu usaha sistematis dengan melihat segala relevansi peran dan tanggung jawab mahasiswa dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara. Oleh karena itu generasi muda hadir untuk memberikan solusi dalam mengejawantahkan nilai peran dan tanggung jawab kader dalam mengemban dan meneruskan cita ”Terbinanya Insan Akademis Yang Bertakwa Kepada Tuhan Yang Maha Esa, Mandiri dan Berorientasi Kepada Wawasan Almamater Serta Bertanggung Jawab Atas Dimensi Kehidupan Berbangsa Dan Bernegara”.

Untuk teman-teman SARDINELLA #10; Kalian tidak mungkin mau menjadi KERBAU yang harus berada di kubangan yang sama setiap saat. Mari berbuat apa yang semestinya menjadi fitrah mahasiswa; sebagai orang yang tercerahkan, sebagai orang yang ber-pengetahuan, sebagai anggota Keluarga Mahasiswa Perikanan Universitas hasanuddin. MARI BERSAMA !!! SELAMAT DATANG DI KELUARGA MAHASISWA PERIKANAN; IMAN, ILMU, AMAL PADU MENGABDI DI BUMI PESISIR.

Kamis, 24 Maret 2011

TOR DIKLAT TINGKAT LANJUT NASIONAL BEM PERIKANAN UNHAS 2011

DASAR PEMIKIRAN

Bukan kebetulan apabila kita menyebut Indonesia dengan tanah air. Indonesia adalah negara kepulauan yang sekitar 70 persen wilayahnya berupa laut dengan lebih dari 17.000 pulau. Meski begitu, pemanfaatan dan pengembangan potensi laut & perikanan masih sangat tertinggal jauh jika dibandingkan dengan pengembangan sektor lainnya.

Indonesia yang membentang dari Merauke di timur hingga Sabang di barat dan dari Miangas di utara hingga Rote di selatan memiliki salah satu sumber daya laut terbaik di dunia. Tidak hanya kaya berjenis ikan dan biota laut lain, laut Indonesia juga menyediakan sumber mineral dan energi berlimpah. Semua belum terolah optimum selama 65 tahun Indonesia merdeka, tecermin pada sumbangan sektor kelautan perikanan terhadap produk domestik bruto (GDP) yang tak lebih dari 25 persen. Lebih ironis, nelayan dan masyarakat pesisir adalah yang termiskin dalam strata sosial ekonomi masyarakat Indonesia.

Terputusnya pengembangan potensi maritim Indonesia bukan tanpa sebab. Kolonial Portugal, Inggris, dan Belanda, mengambil alih kekuatan maritim kerajaan-kerajaan Nusantara melalui perjanjian dagang yang memonopoli. Belanda, melalui tanam paksa, menjadikan daratan sumber keuangannya. Sejarah Revolusi hijau indonesia tak lepas dari politik konspirasi dunia untuk melemahkan dan menjerumuskan bangsa ini ke lubang kehancuran. Revolusi biru yang didengungkan pemerintah pun muncul bukan sebagai pengetahuan alamiah tapi sebagai tuntutan kronis; dampak sistemik atas kebodohan dan terdistorsinya jati diri.

Diskursus ini menyoroti persoalan mendasar saat ini, yaitu manajemen pemerintah yang belum optimum di pusat dan daerah. Yang sangat terasa adalah tidak adanya panduan jelas arah pembangunan, sangat minimnya pemanfaatan potensi alam, kebijakan yang bias orientasi, dan masih dikuasainya sumber daya Indonesia oleh bangsa asing yang membuat bangsa ini terhambat dalam memberi kemakmuran bagi rakyatnya.

Indonesia harus mampu memanfaatkan kekayaan alam dan memainkan peran utama hingga ke Samudra Hindia dan Samudra Pasifik, bahkan ke Antartika. Tanpa kemampuan memainkan peran utama itu, Kekayaan nusantara hanya akan menjadi buku tak termiliki apalagi terbaca oleh pribadi-pribadi yang teralienasi hegemoni imperialis.

Kini waktunya sektor kelautan perikanan menjadi perhatian utama untuk menjamin kemakmuran sebesar-besarnya dan berkelanjutan untuk rakyat, seperti amanat UUD 1945. Untuk memulai ”Revolusi Biru” tersebut, harus didahuli oleh sebuah revolusi paradigma bahwa membangun sektor kelautan perikanan berarti membangun bangsa, mempertegas jati diri yang hakikatnya menjadi sebuah keniscayaan bagi negara yang tak kunjung merangkak maju dalam perjalanannya selepas kemerdekaan. Sebuah penegasan akan identitas bangsa maritim yang semestinya telah menjelma sebagai wajah peradaban Indonesia.

Peran pendidikan menjadi sangat penting. Terutama karena, pembangunan kelautan perikanan adalah pergumulan peradaban untuk membingkai ulang masa depan. Atas dasar pemikiran ini, maka kami dari Keluarga Mahasiswa Perikanan Universitas Hasanuddin sebagai bagian integral dari masyarakat berkehendak untuk melaksanakan Program Diklat Tingkat Lanjut Nasional sebagai bagaian dari upaya peningkatan kapasitas untuk dapat menjalankan fungsi-fungsi sosial kemasyarakatan secara konstruktif di era globalisasi.

DIKLAT TINGKAT LANJUT
KELUARGA MAHASISWA PERIKANAN


Diklat Tingkat Lanjut adalah tahap pengkaderan lanjutan Keluarga Mahasiswa Perikanan sebagai suatu usaha sistematis dalam mentransformasikan rumusan cita yang ingin dibangun yakni ”Terbinanya Insan Akademis Yang Bertakwa Kepada Tuhan Yang Maha Esa, Mandiri dan Berorientasi Kepada Wawasan Almamater Serta Bertanggung Jawab Atas Dimensi Kehidupan Berbangsa Dan Bernegara” dengan pencapaian target : Kognitif : 50 %, Afektif : 25 %, dan Psikomotorik : 25 %.

A. Tujuan intruksional umum
Terbinanya kader yang memiliki kemampuan intelektual dan mampu mengelola organisasi serta berjuang untuk meneruskan dan mengemban tujuan KEMAPI

B. Tujuan intruksional khusus
Setelah mengikuti prosesi maka kader diharapkan mampu :
- Memiliki kemampuan manajerial organisasi
- Memiliki skill dan profesionalisme dalam mentransformasikan nilai perubahan dalam masyarakat
- Memetakan dan memproyeksikan problematika dan solusi sektor perikanan
- Menggalang konsolidasi gerakan pembaharuan perikanan

1. Tema
“ RESTRUKTURISASI FRAGMEN DALAM MEMPERTEGAS IDENTITAS MARITIM ”

2. Metode
a) Pemberian materi, dialog, diskusi dan tanya jawab secara interaktif
b) Simulasi/Game
c) Focus Group Discussion
d) Studi Kasus
e) Evaluasi

3. Materi
Pada prosesi ini, beberapa hal yang menjadi acuan dan sekaligus merupakan penekanan materi yaitu :
a) Manajemen Organisasi
b) Dekonstruksi Paradigma
c) Perangkat Analisia
d) Analisis Isu Kontemporer Keprofesian

Senin, 13 Desember 2010

Atribut KEMAPI


Makna Lambang :
  • Garis Hitam Segi lima, Simbol Pancasila. Terdapat di bagian treluar sebagai kulit yang menyelimuti segala isi yang ada didalamnya.
  • Ayam Jantan, Mengacu pada Logo Universitas Hasanuddin.
  • Badan Ayam setengah lingkaran merupakan matahari senja yang setengah tenggelam, melambangkan keteduhan dan keindahan.
  • Kitab atau buku, yang melambangkan sumber ilmu dan inspirasi.
  • Ikan Berjumlah empat, melambangkan kajian keilmuan dan empat aspek keprofesian yang ada didalamnya. Mempunyai arah yang berlainan, berarti akan menyebar ke berbagai arah.
  • Gelombang Berpuncak dan bergaris tiga, menyimbolkan Tri Dharma Perguruan Tinggi Sebagai landasan berpijak.
  • Pita yang bertuliskan KEMAPI, Melambangkan ikatan emosional dan struktural yang mempersatukan semua aspek yang ada di atasnya.
  • Warna Putih sebagai dasar lambang, Memiliki arti bahwa Pancasila sebagai dasar adalah Ilmu Murni sebagai dasar.
  • Warna Putih yang terdapat pada kitab atau buku, bermakna kesucian dan keikhlasan hati dalam mengkaji isinya yang suci pula.
  • Warna kuning pada gambar ayaam jantan, memiliki arti kematangan dan kedewasaan dalam menyikapi segala hal.
  • Warna Merah pada pita, melambangkan keberanian yang menjiwai warganya dalam menyatukan pemahaman dan komitmen dengan tidak menafikkan pluralitas.
  • Warna Jingga pada matahari setengah lingkaran, melambangkan keindahan senja sebagai aspek estetika yang tak ternilai harganya, terpatri dalam jiwa.
  • warna hitam, melambangkan ketenangan dan kebijaksanaan.
  • warna biru laut, melambangkan keluasan ilmu dan sebagai landasan berpijak.
Keterangan :
  1. Ukuran Panjang x Lebar ( 2  x 1 meter )
  2. kain Berwarna Biru Muda
  3. Tulisan Perikanan Berwarna Biru Tua
  4. Bentuk Gambar Timbal balik
Mars KEMAPI FIKP UNHAS

Bangkitlah................
Tunjukkan karyamu
Raihlah citamu
Demi nusa dan Bangsa

Pemuda-pemudi mahasiswa Perikanan
Bangkitlah Tunjukkan Karyamu
Dengan Semangat jiwa Pancasila
Kita Galang Persatuan

Masa Depan bangsa di pundak kita
singsingkan lengan untuk membangun
kita bersatu padu kerahkan akal daya
dalam KEMAPI
REFF: 
Keluarga Mahasiswa Perikanan UNHAS
Aspirasi bagi kita semua
songsonglah masa depan yang gemilang
Citra kita nan jaya (2X)

Jumat, 10 Desember 2010

Sejarah KEMAPI FIKP UNHAS

Dengan cinta dan sedikit keras kepala, sejarah ditorehkan pada tanggal 20 oktober 1986 tatkala deklarasi Himpunan Mahasiswa Perikanan (HIMARIN) digelar di kampus Unhas Baraya sebab bagi mereka kesadaran dan pluuralitas pemahaman harus dikejawantahkan dalam tindakan bersama dan terorganisasi dan yang menjadi nahkoda Pertama pada periode 1986-1987 adalah "Kanda Ir. A Tamsil, MS.

Meskipun baru berdiri namun HIMARIN telah mampu menjadikan serta memperlihatkan eksistensinya sebagai lembaga yang patut diperhitungkan. Ketika berbagai kegiatan Nasional di gelar. Dan puncaknya pada saat tahun 1991 HIMARIN UNHAS mempelopori terbentuknya Himpunan Mahasiswa Perikanan Indonesia (HIMAPIKANI) yang dideklarasikan di Makassar.

Seiring dengan perjalanan waktu dan perkembangan dinamika kemahasiswaan dan keilmuan Perikanan dengan sendirinya tiba pada kondisi yang dimana HIMARIN dianggap tak mampu lagi menampung aspirasi dari mahasiswa perikanan yang begitu kompleks, Mulai dari tuntutan profesionalitas keilmuan sampai pada persoalan kelembagaan. Sehingga terjadi desakan serta gugatan yang mencerminkan aspirasi dari bawah agar HIMARIN melakukan pembenahan internal. Maka pada Rapat Luar Biasa Majelis Pertimbangan Organisasi (MPO) yang saat itu ketuanya diojabat oleh Muh. Ibrahim tanggal 15 agustus 1998 diputuskan untuk mengadakan Referendum.

Maka saat itu, Melalui Musyawarah Luar Biasa (MUSLUB) yang pada saat itu Presidium Sidangnya yaitu : Ikhsan, Lukman dan Kamaruddin, terjadilah Pemekaran HIMARIN menjadi tiga Himpunan Mahasiswa Profesi (HMP) setingkat HMJ, yaitu Himpunan Manajemen Sumberdaya Perairan (HIMA MSP) dengan ketua Pertamanya adalah Kanda Lukman, didirikan pada tanggal 23 agustus 1998. Himpunan Mahasiswa Budidaya Perairan (HIMA BDP) didirikan pada tanggal 23 agustus 1998 dengan Ketua Pertama Kanda Syamsu Alang. Pemanfaatan Sumberdaya Perikanan (KM-PSP) didirikan pada tanggal 23 agustus 1998 dengan Nahkoda Pertamanya oleh Kanda Kamaruddin. Himpunan Mahasiswa Sosial Ekonomi Perikanan (HIMASEI) didirikan pada tanggal 20 Mei 2000 dengan Ketua Pertama Kanda Firman.

selanjutnya untuk menampung aspirasi mahasiswa Perikanan pada tingkat yang lebih tinggi, atas kerja keras dari Badan Pekerja SEMAWA Perikanan maka terbentuklah Senat Mahasiswa Perikanan. Dalam perjalanannya yang singkat dan penuh dinamika, SEMA Perikanan telah banyak menyumbangkan berbagai pemikiran serta kegiatan yang mewarnai dunia Perikanan. Misalnya dengan memelopori terbentuknya "Forum Mahasiswa Perikanan Makassar dengan SekJen Pertamanya Kanda Ikhwanuddin Zas (Izas) serta Forum Komunitas Mahasiswa Perikanan".

Dalam Undang-Undang KEMAPI yang ditetapkan melalui Sidang Umum MAPERWA, Struktur KEMAPI Meliputi MAPERWA sebagai Lembaga Legislatif Tertinggi, yang berfungsi mengawasi kinerja eksekutif tertinggi dijajaran KEMAPI. Selanjutnya pada tingkat program studi HMP sebagai Lembaga Eksekutif Tertinggi.

Dalam Usaha menampung minat dan bakat mahasiswa Perikanan maka dibentuk lembaga otonom, Seperti Fisheries Diving Club Universitas Hasanuddin (FDC-UH) sebagai wadah bagi mahasiswa yang ingin melakukan aktivitas bawah laut (Selam). Unit Kerohanian Islam (ROHIS) sebagai Wadah dalam melakukan kajian-kajian Keagamaan. FC. Anak Pantai, sebagai wadah bagi mahasiswa pecinta sepak bola. English Meeing club sebagai wadah bagi mahasiswa dalam meningkatkan kemampuan berbahasa inggris.Eabirint sebagai wadah bagi mahasiswa yang gemar jurnalistik.

setiap sidang umum banyak terjadi dinamika kelembagaan. Bagi lembaga yang tidak melakukan kegiatan selama 6 bulan berturut-turut akan dibekukan di sidang umum. Dan akan dicairkan kembali pada saat sidang umum berikutnya dengan syarat yang sama. untuk membubarkan suatu UKM dapat dilakukan pada sidang umum KEMAPI-UH sesuai permintaan warga KEMAPI.

Pembentukan UKM sebagai usulan warga di agendakan pada sidang umum KEMAPI-UH dan jika disetujui di forum maka akan disahkan di Sidang Umum KEMAPI-UH. Saat ini UKM yang masih eksis di KEMAPI-UH adalah UKM Fc. Anak Pantai yang merupakan wadah penyaluran bakat teman-teman yang mempunyai keterampilan mengolah si kulit bundar "Bola". UKM FDC merupakan wadah penyalur bakat teman-teman yang gemar menyelam dan sebagai modal teman-teman sebagai mahasiswa perikanan. UKM ROHIS adalah wadah penyalur bakat teman-teman yang ingin memperdalam di bidang keagamaan yang bertujuan membentuk mindset/pola pikir dan akhlak teman-teman dalam bergaul dan bertingkah laku dalam kehidupan kesehariannya teman-teman. MAPALA Green Fish Perikanan Unhas yang merupakan wadah bagi mahasiswa yang gemar melakukan perjalanan alam terbuka.

Selain itu masih banyak organisasi eksternal di lingkup KEMAPI sebagai tempatnya teman-teman menyalurkan bakat dan menentukan tujuan hidup teman-teman dalam bermahasiswa.

Green Fish Pertama kali dibentuk di Desa Ram'ma pada Tanggal 12 April 2001 dengan ketua Pertama Kanda IRWAN, S.Pi namun seiring waktu pada tahun 2004 Green Fish mengalami kevakuman sehingga dibekukan yang pada akhirnya disahkan kembali pada sidang umum KEMAPI-UH ke-VII pada tahun 2006 yang di Ketuai oleh Kanda MUNAWIR S.Pi. Pada Keperiodean sekarang (2007-2008) Green Fish di Ketuai Oleh Kanda HERY SUTRAWAN NURDIN S.Pi.



Adapun Nama-nama Pengurus BEM KEMAPI, yaitu :

Periode 1986-1987

Ketua Umum : Dr. Ir. A. Tamsil, MS

Sekretaris Umum : Ir. Islahuddin

Periode 1987-1988

Ketua Umum : Ir. Bachrianto Bachtiar, M.Si

Sekretaris Umum : Ir. H. Alimuddin

Periode 1988-1989

Ketua Umum : Dr. Ir. Jamaluddin Jompa, M.Sc

Sekretaris Umum : Ir. Abd. Khalik

Periode 1989-1990

Ketua Umum : Ir. Rimal Hamal

Sekretaris Umum : Ir. Muhyi Ramli

Periode 1990-1991

Ketua Umum : Ir. Rahmadi Tambaru

Sekretaris Umum : Ir. Amy Faisal

Periode 1991-1992

Ketua Umum : Ir. Muhammad Asdar

Sekretaris Umum : Ir. Muhammad Nasrum

Periode 1992-1993

Ketua Umum : Ir. Harifuddin

Sekretaris Umum : Ir. Adam Rahman

Periode 1993-1994

Ketua Umum : Ir. Muhammad Sulaiman

Sekretaris Umum : Ir. Omy Zulkarnanen

Periode 1994-1995

Ketua Umum : Affandi Muhammad, S.Pi

Sekretaris Umum : Dadang Mulyana, S.Pi

Periode 1995-1996


Ketua Umum : Panca Wardana, S.Pi

Sekretaris Umum : Safruddin, S.Pi, M.Pi

Periode 1996-1997

Ketua Umum : Gusman, S.Pi

Sekretaris Umum : Fahrul, S.Pi

Periode 1997-1998

Ketua Umum : Anwar Karim, S.Pi

Sekretaris Umum : Syamsuddin, S.Pi

Periode 1998-1999 (Pertengahan Periode HIMARIN dimekarkan Menjadi SENAT)

Ketua Umum : Pono Sudrajat, S.Pi

Sekretaris Umum : Eka Anto Supeni, S.Pi

Periode 1998-1999 (SEMA KEMAPI)

Ketua Umum : Mastan, S.Pi

Sekretaris Umum : Sutia Budi, S.Pi

Periode 1999-2000 (SEMA KEMAPI)

Ketua Umum : Muhammad Yusuf, S.Pi

Sekretaris Umum : Kamaruddin, S.Pi

Periode 2000-2001 (SEMA KEMAPI)

Ketua Umum : Ardiansyah Rusman, S.Pi

Sekretaris Umum : Muhammad Hasming, S.Pi

Periode 2002-2003 (BEM PERIKANAN)

Presiden : Muhammad Faiz Sulfan, S.Pi

Wakil Presiden : Nasrullah

Periode 2004-2005 (BEM PERIKANAN)

Presiden : Andi Erwin Nurba, S.Pi

Wakil Presiden : Yayan Juherman, S.Pi

Periode 2005-2006 (BEM PERIKANAN)

Presiden : Zainil Bahri

Wakil Presiden : M. Yunus T, S.Pi

Periode 2006-2007 (BEM PERIKANAN)

Presiden : Husain M Dedi Ardi, S.Pi

Wakil Presiden : Sulkarnaen, S.Pi

Periode 2007-2008 (BEM KEMAPI FIKP UNHAS)

Presiden : M. Gatot Wibowo, S.Pi

Wakil Presiden : A. Muh. Fahrul, S.Pi

Periode 2008-2009 (BEM KEMAPI FIKP UNHAS)

Presiden : Amar Abdullah, S.Pi

Wakil Presiden : Muliyati, S.Pi

Periode 2009-2010 (BEM KEMAPI FIKP UNHAS)

Presiden : Taufiq Qurrahman

Wakil Presiden : Ahmad Awaluddin Ali

Periode 2010-2011 (BEM KEMAPI FIKP UNHAS)

Presiden : Ghamal Nasser Wahab

Wakil Presiden : Ervandi


Periode 2011-2012  (BEM KEMAPI FIKP UNHAS)

Presiden : Indar Wijaya

Wakil Presiden : Ikra

Periode 2012-sekarang (BEM KEMAPI FIKP UNHAS)

Presiden : Irfan, S
Wakil Presiden : Muh. Ihsan Basam