Tampilkan postingan dengan label ARTIKEL. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label ARTIKEL. Tampilkan semua postingan

Selasa, 07 Juni 2011

Potensi Maritim Nasional: Berkah atau Petaka?

Dengan luas lautnya yang dua-pertiga lebih dari besar dari daratannya, Indonesia tak pelak lagi merupakan sebuah negara kepulauan (archipelagic state) bahkan sesungguhnya negara kepulauan terbesar di dunia. Karenanya, cukup beralasan menjadikan lautan sebagai salah satu sumber, jika tidak mau disebut sebagai sumber utama, perekonomian bangsa ini.

Ketangguhan bidang maritim telah terbukti ketika Indonesia diterpa krisis ekonomi pada 1997. Potensi maritim nasional adalah satu-satunya bidang yang tidak terkena dampak negatif. Sumber daya maritim kita, mulai dari perikanan, energi dan mineral, wisata bahari, dan lain sebagainya, tidak berbau utang luar negeri. (Kata pengantar Wakil Presiden Hamzah Haz untuk buku Laode M Kamaluddin, Pembangunan Ekonomi Maritim di Indonesia, Gramedia, Jakarta, 2002). Dalam bahasa lain, potensi maritim nasional adalah berkah.

Petaka

Sayangnya, potensi tadi belum sungguh-sungguh dilirik sebagai basis perekonomian nasional oleh kita sebagai suatu bangsa. Di sini potensi berubah menjadi petaka. Contohnya, hingga hari ini kita tidak punya satu pun pelabuhan laut yang betul-betul berkelas dunia seperti PSA, Singapura, atau Tanjung Pelepas, Malaysia. Tanjung Priok, yang merupakan pelabuhan terbesar dan tersibuk di Indonesia, tidak pernah bisa bebas dari kemacetan manakala tiba waktu closing pemuatan barang ke atas kapal.

Dalam istilah bisnis kepelabuhanan, Pelabuhan Singapura dan Tanjung Pelepas disebut hub port. Isu hub port di Indonesia marak dibicarakan kalangan pemangku kepentingan kepelabuhanan belakangan ini. Karena ketiadaan hub port, 3 juta twenty-foot equivalent unit (TEU) kargo peti kemas mengalir keluar dari Indonesia setiap tahunnya, dan hampir sebagian besar singgah sebentar atau transshipment di Port of Singapore untuk selanjutnya didistribusikan ke tujuan akhirnya di berbagai belahan dunia. Jika kita asumsikan, pelabuhan Negeri Singa itu mendapat USD150 per TEU, maka kita akan kehilangan devisa USD450 juta per tahun.

Memiliki hub portberarti Indonesia bisa menutup kehilangan devisa yang tidak sedikit itu. Di samping itu, tentu akan mendapat berbagai keuntungan lainnya. Ini berarti kebutuhan akan hub port merupakan kebutuhan yang sangat strategis bagi kita. Ada kisah menarik di balik dibukanya Pelabuhan Tanjung Pelepas (PTP) oleh Pemerintah Malaysia yang menggambarkan betapa strategisnya sebuah hub port bagi satu negara. PTP dibangun ketika Malaysia dipimpin Mahathir Mohamad alias Dr M Terletak persis di seberang Singapura, tepatnya di Johor Baru, pelabuhan ini sebetulnya tidak terlalu berhubungan dengan ekonomi domestik Malaysia.

Ia jauh dari kota besar atau kawasan industri besar karena letaknya yang di ujung selatan Malaysia. Ini berarti hanya akan ada sedikit barang Malaysia yang bisa keluar dari pelabuhan itu dan juga terlalu kecil barang yang akan diimpor lewat pelabuhan itu. N amun, Dr M tetap membangunnya. Dioperasikan pertama kali pada 1999 dan secara resmi diluncurkannya pada 2000, kini Pelabuhan Tanjung Pelepas merupakan salah satu pelabuhan penting di kawasan Asia dengan throughput tahunan mencapai 5 juta TEU. Tiga puluh persen saham PTP dipegang Maerks dan Evergreen, dua raksasa pelayaran dunia, dan menjadikan pelabuhan itu sebagai homebasenya.

Bukan hendak menafikan dinamika yang terjadi di kalangan pemangku kepentingan kepelabuhanan mengenai hub port di Indonesia, semua wacana yang ada tidak akan berarti apa-apa jika presiden tidak memiliki political will untuk membangun hub port di Tanah Air. Hub port adalah kebutuhan yang amat sangat strategis, ia bukan “makanan” nya Menteri Perhubungan, Menteri Perdagangan, apalagi direksi Pelindo atau Otoritas Pelabuhan yang sedang dipersiapkan pembentukannya.

Berkaca pada kisah Malaysia membangun Pelabuhan Tanjung Pelepas, political will presiden juga diharapkan dalam penetapan lokasi hub port akan dibangun dan seberapa banyak hub port akan dibangun di Indonesia. Presiden bisa saja mengikuti saran dari berbagai kalangan yang sudah dikemukakan selama ini, misalnya di Jakarta atau Sabang. Atau, presiden bisa menetapkan lokasi yang sama sekali baru, di luar wacana yang ada selama ini sejauh ia memiliki visi akan pentingnya pembangunan hub port di Indonesia.

Contoh lainnya, sampai sekarang kita tidak punya perusahaan pelayaran nasional yang bisa disejajarkan dengan Neptune Orient Line (NOL)-nya Singapura untuk trayek luar negeri. Djakarta Lloyd, yang disebut-sebut sebagai flag carrier (mungkin pertimbangannya karena perusahaan ini merupakan BUMN) ternyata hanya memiliki beberapa gelintir kapal pengangkut peti kemas. Itu pun bertonase kecil. Jangan lupa, di negara kepulauan terbesar di dunia ini, sampai sekarang sektor perbankannya masih menganggap bisnis maritim, khususnya pelayaran, sebagai bidang usaha yang berisiko tinggi.

Sehingga, mereka mengenakan tingkat suku bunga yang sangat tinggi, lebih dari 10 persen. Padahal, di negeri jiran Malaysia dan Singapura suku bunga untuk kalangan pelayaran berkisar antara 7–8 persen. Sebetulnya, pemerintah telah mengeluarkan berbagai kebijakan untuk membangun bidang maritim di Tanah Air. Tapi, mungkin karena kita telah tercerabut begitu jauhnya dari akar jati diri sebagai negara bahari, semua kebijakan itu hampir-hampir tidak banyak berpengaruh. Misalnya, Instruksi Presiden (Inpres) No 5 Tahun 2005 tentang Pemberdayaan Industri Pelayaran Nasional.

Sejak dikeluarkan peraturan tersebut hingga saat ini tidak juga bisa mendorong pihak perbankan untuk lebih mendukung pelaku usaha pelayaran dengan memberikan kredit berbunga rendah. Selain mengeluarkan inpres tersebut, pada tahun yang sama pemerintah juga telah meratifikasi International Convention on Maritime Liens and Mortgage (Konvensi Internasional tentang Piutang Maritim dan Mortgage, 1993) melalui Peraturan Presiden No 44 Tahun 2005. Tapi, tetap saja pihak perbankan tidak mengubah perlakuannya kepada industri pelayaran dalam negeri.

Namun, sedikit berita menggembirakan terbesit juga dari bisnis ini dengan makin tingginya porsi pelayaran nasional dalam mengangkut muatan di dalam negeri. Hingga saat ini porsi itu telah mencapai 46 persen. Dulu, kue ini dimakan pelayaran asing hingga 90 persen. Semua ini terjadi karena diadopsinya kebijakan cabotage (angkutan dalam negeri dilakukan kapal berbendera Indonesia) dalam Inpres No 5 Tahun 2005 Tentang Pemberdayaan Industri Pelayaran Nasional.

Keamanan dan Keselamatan Maritim

Keamanan dan keselamatan maritim nasional juga memiliki catatan yang cukup buram. Kecelakaan kapal silih berganti terjadi, dengan contoh teranyar adalah karamnya KM Dumai Express 10 di perairan Kepulauan Riau beberapa waktu lalu dengan menelan korban tewas lebih dari 40 orang. Akar dari masalah ini adalah tidak jelasnya manajemen keamanan dan keselamatan maritim di Indonesia.

Untuk itu, sistem keselamatan dan keamanan maritim nasional perlu direformasi karena sistem yang ada saat ini telah gagal dalam memberikan rasa selamat (safe) dan aman (secure) kepada pemangku kepentingan maritim di Tanah Air. Reformasi itu meliputi, antara lain, penyerahan penuh seluruh pemeriksaan statutory kapal kepada badan klasifikasi. Selama ini pemeriksaan statutory baru sebagian kecil dilimpahkan kepada badan klasifikasi. Namun, sebagian besar pemeriksaan masih dilaksanakan Departemen Perhubungan melalui marine inspector-nya.

Untuk keamanan maritim, reformasi yang diperlukan adalah penetapan tentang siapa yang paling berhak dalam menegakkan keamanan maritim. Sebetulnya menurut UU No 17 Tahun 2008 tentang Pelayaran kewenangan, keamanan maritim ada di tangan coastguard. Ada baiknya instansi lain yang melakukan penegakan hukum di laut berlapang dada untuk menyerahkan kewenangannya kepada coastguard. Tentu perlu ada amendemen terhadap berbagai undang-undang yang memberikan kewenangan kepada instansi-instansi lain itu.

SISWANTO RUSDI
Direktur The National Maritime Institute

Jumat, 08 April 2011

Mengenal Illegal, Unreported dan Unregulated (IUU) Fishing

Pengertian Illegal, Unreported dan Unregulated (IUU) Fishing secara harfiah dapat diartikan sebagai Kegiatan perikanan yang tidak sah, Kegiatan perikanan yang tidak diatur oleh peraturan yang ada, atau Aktivitasnya tidak dilaporkan kepada suatu institusi atau lembaga pengelola perikanan yang tersedia.

IUU Fishing dapat terjadi disemua kegiatan perikanan tangkap tanpa tergantung pada lokasi, target spesies, alat tangkap yang digunakan serta intensitas exploitasi. Dapat muncul di semua tipe perikanan baik skala kecil dan industri, perikanan di zona juridiksi nasional maupun internasional seperti high seas.

Illegal Fishing yaitu kegiatan penangkapan ikan :

1. Yang dilakukan oleh orang atau kapal asing pada suatu perairan yang menjadi yurisdiksi suatu negara tanpa izin dari negara tersebut atau bertentangan dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku;

2. Yang bertentangan dengan peraturan nasional yang berlaku atau kewajiban internasional;

3. Yang dilakukan oleh kapal yang mengibarkan bendera suatu negara yang menjadi anggota organisasi pengelolaan perikanan regional tetapi beroperasi tidak sesuai dengan ketentuan pelestarian dan pengelolaan yang diterapkan oleh organisasi tersebut atau ketentuan hukum internasional yang berlaku.

Kegiatan Illegal Fishing yang umum terjadi di perairan Indonesia adalah :

a) penangkapan ikan tanpa izin;
b) penangkapan ikan dengan mengunakan izin palsu;
c) Penangkapan Ikan dengan menggunakan alat tangkap terlarang;
d) Penangkapan Ikan dengan jenis (spesies) yang tidak sesuai dengan Izin.

Penyebab Illegal Fishing :

1. Meningkat dan tingginya permintaan ikan (DN/LN)
2. Berkurang/Habisnya SDI di negara lain
3. Lemahnya armada perikanan nasional
4. Izin/dokumen pendukung dikeluarkan lebih dari satu instansi
5. Lemahnya pengawasan dan penegakan hukum di laut
6. Lemahnya delik tuntutan dan putusan pengadilan
7. Belum ada visi yang sama aparat penegak hukum
8. Lemahnya peraturan perundangan dan ketentuan pidana

Unreported Fishing yaitu kegiatan penangkapan ikan :

1. Yang tidak pernah dilaporkan atau dilaporkan secara tidak benar kepada instansi yang berwenang, tidak sesuai dengan peraturan perundang-undangan nasional;

2. Yang dilakukan di area yang menjadi kompetensi organisasi pengelolaan perikanan regional, namun tidak pernah dilaporkan atau dilaporkan secara tidak benar, tidak sesuai dengan prosedur pelaporan dari organisasi tersebut.

Kegiatan Unreported Fishing yang umum terjadi di Indonesia:

a) penangkapan ikan yang tidak melaporkan hasil tangkapan yang sesungguhnya atau pemalsuan data tangkapan;

b) penangkapan ikan yang langsung dibawa ke negara lain (transhipment di tengah laut)

Penyebab Unreported Fishing

1. Lemahnya peraturan perundangan
2. Belum sempurnanya sistem pengumpulan data hasil tangkapan/ angkutan ikan
3. Belum ada kesadaran pengusaha terhadap pentingnya menyampaikan data hasil tangkapan/angkutan ikan
4. Hasil Tangkapan dan Fishing Ground dianggap rahasia dan tidak untuk diketahui pihak lain (saingan)
5. Lemahnya Ketentuan Sanksi dan Pidana
6. Wilayah kepulauan menyebabkan banyak tempat pendaratan ikan yang sebagian besar tidak termonitor dan terkontrol
7. Unit penangkapan di bawah <>
8. Sebagian besar perusahaan yang memiliki armada penangkapan memiliki pelabuhan / tangkahan tersendiri.
9. Laporan produksi yang diberikan oleh pengurus perusahaan kepada dinas terkait cenderung lebih rendah dari sebenarnya. Menurut petugas retribusi laporan produksi umumnya tidak pernah mencapai 20% dari produksi yang sebenarnya.

Unregulated Fishing yaitu kegiatan penangkapan ikan :

1. pada suatu area atau stok ikan yang belum diterapkan ketentuan pelestarian dan pengelolaan dan kegiatan penangkapan tersebut dilaksanakan dengan cara yang tidak sesuai dengan tanggung-jawab negara untuk pelestarian dan pengelolaan sumberdaya ikan sesuai hukum internasional;

2. pada area yang menjadi kewenangan organisasi pengelolaan perikanan regional, yang dilakukan oleh kapal tanpa kewarganegaraan, atau yang mengibarkan bendera suatu negara yang tidak menjadi anggota organisasi tersebut, dengan cara yang tidak sesuai atau bertentangan dengan ketentuan pelestarian dan pengelolaan dari organisasi tersebut.

Kegiatan Unregulated Fishing di perairan Indonesi, antara lain masih belum diaturnya:

a) mekanisme pencatatan data hasil tangkapan dari seluruh kegiatan penangkapan ikan yang ada;

b) wilayah perairan-perairan yang diperbolehkan dan dilarang;

c) pengaturan aktifitas sport fishing; kegiatan-kegiatan penangkapan ikan menggunakan modifikasi dari alat tangkap ikan yang dilarang.

Penyebab Unregulated Fishing

1. Potensi SDI di perairan Indonesia masih dianggap memadai dan belum membahayakan
2. Sibuk mengatur yang ada karena banyak masalah
3. Orientasi jangka pendek
4. Beragamnya kondisi daerah perairan dan SDI
5. Belum masuknya Indonesia menjadi anggota organisasi perikanan internasional

Kerugian Akibat IUU FISHING

v Subsidi BBM dinikmati oleh kapal-kapal yang tidak berhak;

v Pengurangan Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP);

v Peluang kerja nelayan Indonesia (lokal) berkurang, karena kapal-kapal illegal adalah kapal-kapal asing yang menggunakan ABK asing;

v Hasil tangkapan umumnya dibawa langsung ke luar negeri (negara asal kapal), sehingga mengakibatkan: (a) hilangnya sebagian devisa negara dan (b) berkurangnya peluang nilai tambah dari industri pengolahan;

v Ancaman terhadap kelestarian sumberdaya ikan karena hasil tangkapan tidak terdeteksi, baik jenis, ukuran maupun jumlahnya;

v Merusak citra Indonesia pada kancah International karena IUU fishing yang dilakukan oleh kapal asing berbendera Indonesia maupun kapal milik warga negara Indonesia. Hal ini juga dapat berdampak ancaman embargo terhadap hasil perikanan Indonesia yang dipasarkan di luar negeri.

Sebagian Kerugian Ekonomi karena IUU Fishing

1. Pungutan Perikanan yang dibayarkan dengan tariff kapal Indonesia.
2. Subsidi BBM yang dinikmati oleh kapal asing yang tidak berhak.
3. Produksi ikan yang dicuri (Volume dan Nilai)

Sumber: http://mukhtar-api.blogspot.com/2008/06/mengenal-illegal-unreported-dan.html

Kamis, 31 Maret 2011

Hari Nelayan; Kemiskinan Yang Menjerat

Bocah telanjang dada di pesisir
Tunggu kembalinya bapak tercinta
Yang pergi tebarkan jala disana
Berjuang di atas perahu tunggakan KUD

Ibu dengan kebaya yang kemarin
Setia dari balik dapur menanti
Suaminya yang seminggu pergi
Tinggalkan rumah
Tinggalkan sejengkal harapan

Langkah waktu lamban
Bagai kura-kura
Ikan yang datang mimpi
Siang ganti malam tetap sabar
Suami pun pulang, lelah

Sambil berlari sang bocah hampiri bapak
Tagih janji yang dipesan ketika pergi
Sementara istrinya hanya memandang
Dengan senyum pasti

Selintas terlintas
Hutang-hutang yang membelit
Sang bocah tak perduli
Menangis keras tetap tagih janji

Perahu tunggakan KUD belum terbayar
Belum lagi tagihan rentenir seberang jalan
Nelayan kecil hasil kecil nasibmu kecil

Terjerat jala dihantam kerasnya gelombang
Perahu tunggakan KUD belum terbayar
Hitam....hidup


Mungkin tidak banyak yang tahu, tanggal 6 April itu diperingati sebagai hari apa? Saya sendiri baru mengetahui kalau ternyata pada hari itu diperingati sebagai Hari Nelayan. Momentum ini barangkali menjadi saat yang tepat untuk sekedar berempati dengan nasib para nelayan yang hingga saat ini masih termarginalkan.

Nasib nelayan yang dilolongkan Iwan Fals dalam lagu berjudul Nelayan di atas rasanya bisa sedikit memberikan gambaran kehidupan nelayan kecil. Sengaja saya tuliskan versi lengkapnya, karena lagu itu menceritakan sebuah balada serang nelayan kecil dengan beragam problematikanya serta penghasilan yang pas-pasan. Sementara tuntutan kehidupan begitu tinggi.

Dan memang begitulah faktanya. Ketika saya menelusuri sejumlah kampung-kampung nelayan, seperti Belawan, Serdang Bedagai dan pesisir Langkat, ternyata jumlah nelayan yang memiliki alat produksi berupa perahu dan jala itu sangat sedikit. Yang lebih banyak adalah buruh nelayan. Diupah melalui sistem bagi hasil dengan pemilik alat produksi atau disebut toke. Satu hari seorang nelayan berpenghasilan antara Rp 20.000 hingga Rp 30.000.

Kenaikan harga ikan yang akhir-akhir ini terjadi ternyata tidak banyak pengaruhnya terhadap nelayan. Mereka tetap saja terbelakang. Hidup di pinggiran laut dengan sanitasi yang buruk, pendidikan rendah dan hutang yang melilit pinggang. Ancaman marginalisasi ini semakin memuncak disebabkan ancaman pukat harimau (nelayan Belawan menyebutnya, Pei) di tengah laut.

Kendati telah ada aturan yang menetapkan pukat trawl memiliki zona sendiri untuk operasionalnya, tetapi tetap saja pinggiran laut yang menjadi wilayah tangkapan nelayan tradisional ikut digarap pukat trawl yang umumnya adalah nelayan pengusaha dengan modal yang tidak sedikit. Terumbu karang rusak dan yang lebih ironis adalah, hasil laut yang sejatinya menjadi "jatah" nelayan tradisional ikut tergasak.

Operasional pukat trawl dan limbah industri yang mengalir jauh dari hulu dan berkumpul di laut telah mengancam populasi hasil laut dan pada akhirnya kehidupan nelayan tradisionallah yang menjadi taruhannya. Sangat ironis, ketika gambaran kehidupan nelayan yang sangat miskin dan terbelakang, di pihak lain, sektor nelayan sebenarnya memberikan devisa yang cukup besar.

Departemen Perikanan mencatat, beberapa faktor yang menyebabkan kemiskinan nelayan yaitu, rendahnya tingkat teknologi penangkapan, kecilnya skala usaha, belum efisiennya sistem pemasaran hasil ikan dan status nelayan yang sebagian besar adalah buruh.

Saat ini persoalan nelayan masih harus ditambahi lagi dengan cuaca yang tidak menentu selama tiga hingga empat tahun terakhir. Sepanjang itu, masa paceklik ikan seolah berlangsung sepanjang tahun dan hasil tangkapan nelayan kecil menjadi menurun drastis. Harga BBM turut menambah daftar panjang itu. Kenaikan harga BBM berarti adalah juga kenaikan biaya produksi. Sementara hasil tangkapan sudah pasti tidak mengalami peningkatan.

Segala permasalahan nelayan ini akhirnya, dituturkan Edy Suntoro dari Departemen Pertanian menjadikan nelayan terjerat dalam beberapa persoalan yaitu, dikuasai tengkulak. Dengan pendapatan rendah, nelayan sulit meningkatkan kemampuan dan kemandiriannya. Ironisnya, kondisi nelayan tradisional tersebut tidak saja dialami para orang tua nelayan yang notabene sudah puluhan tahun menjadi nelayan, tetapi anak-anak mereka pun tidak sedikit yang mengalaminya.

Para nelayan mengakui peranan tengkulak dalam kehidupan tengkulak dalam kehidupan nelayan sangat dominan bahkan terkesan telah mengendalikannya secara semena-mena oleh karena nelayan tidak lagi dapat merasakan kepuasan dari pekerjaannya sebab terikat dengan peraturan yang ditetapkan tengkulak.

Sistem kerja para tengkulak ini memang sangat rumit, di satu sisi memberikan benturan modal sehingga nelayan dapat melaut namun di sisi lain juga menetapkan persyaratan yang dampaknya mencekik batang leher para nelayan. Memang untuk mendapatkan modal dari tengkulak ini ada dua cara yakni nelayan datang kepada tengkulak untuk meminjam uang dan kedua, tengkulak tersebut yang mengumpulkan para nelayan agar menerima bantuan modal.

Walaupun berbagai perhatian telah diberikan, dampaknya hingga kini belum banyak dirasakan nelayan tradisional. Hal yang sangat urgen sekarang ini adalah melakukan pemberdayaan terhadap nelayan. Yang penting dilakukan untuk memberdayakan nelayan sekaligus meningkatkan kesejahteraannya dengan antara lain, memberikan bantuan permodalan dan sarana kerja yang memadai, sehingga mereka bisa mengembangkan usaha seperti yang diharapkan. Bantuan tersebut selain harus melalui prosedur sederhana, juga bunganya harus lebih rendah dari yang diberikan tengkulak agar nelayan itu bisa lepas dari jeratan tengkulak.

Hal yang tidak kalah penting adalah perlunya dilakukan rehabilitasi lingkungan pesisir yang rusak. Jika hal tersebut dibiarkan, dikhawatirkan dapat berakibat selain semakin rusaknya lingkungan pesisir laut, sumber daya perikanannya juga akan semakin berkurang, padahal jumlah nelayan justru terus bertambah banyak.

Pembinaan dan penyuluhan yang diberikan kepada nelayan harus disesuaikan dengan kebutuhan, sehingga apa yang disuluhkan benar-benar bermanfaat dan bisa diaplikasikan. Hal ini sangat penting untuk lebih meningkatkan kemampuan dan kemandirian nelayan.

Selain pengetahuan praktis seperti penanganan pascapanen dan pengolahan hasil laut, hal yang tidak kalah penting dalam memberdayakan nelayan, khususnya anak-anak dan generasi muda adalah perlunya pemerintah mendirikan sekolah-sekolah di lingkungan tempat tinggal nelayan, sehingga mereka tetap dapat mengikuti pelajaran di sekolah sebagaimana anak-anak seusia mereka lainnya. Kalau saja upaya pemberdayaan di atas dapat dilakukan, maka program wajib belajar di lingkungan nelayan pun bisa tercapai.

Di sisi lain, harapan akan adanya peningkatan kesejahteraan dan kemampuan nelayan pun akan semakin nyata. Jika saja peningkatan kemampuan sumber daya manusia nelayan ini bisa dilaksanakan melalui program yang baik, konsisten dan berkesinambungan, diharapkan dalam waktu tidak terlalu lama para nelayan tradisional yang serba kekurangan bisa naik kelas menjadi nelayan modern seperti yang diharapkan.

Revitalisasi Perikanan
Kalau Revitalisasi Perikanan telah dicanangkan saat SBY baru saja menduduki kursi Presiden, - namun hingga kini masih banyak yang mempertanyakan konsistensinya - program Revitalisasi Perikanan rencananya akan dijalankan hingga 2009.

Melalui program ini, pemerintah berkomitmen untuk memfokuskan revitalisasi sumber-sumber pertumbuhan ekonomi berupa berbagai kegiatan usaha bidang penangkapan ikan dan budidaya perikanan, serta mengoptimalkan operasional unit usaha pengolahan ikan dalam negeri. Program itu juga diharapkan bisa menciptakan sumber-sumber pertumbuhan ekonomi baru berupa pemanfaatan peluang usaha perikanan yang masih memiliki prospek cerah di masa yang akan datang.

Sumatera Utara dengan jumlah nelayan sekitar 320.000 yang tersebar di 13 kabupaten/kota adalah juga merupakan daerah yang sangat mengharapkan adanya program-progam yang lebih ril untuk pemberdayaan. Bayangkan saja, dari keseluruhan jumlah tersebut, 70% adalah nelayan tradisional yang kehidupannya masih di bawah garis kemiskinan. Melalui program ini diharapkan, sumber daya alam yang selama ini menjadi mata pencaharian nelayan dikelola dengan sebaik-baiknya dan bukan hanya mengutamakan kepentingan pemodal.

Lantas bagaimanakah program revitalisasi berakhir, kita tunggu komitmen dan konsistensi pemerintah, agar kehidupan nelayan tidak terus menerus dalam lingkaran kemiskinan yang menjerat.

Karya Eti Wahyuni tentang Hari Nelayan 06 April
Sumber: http://mitrafm.or.id/index.php?option=com_content&view=article&id=79&Itemid=92

Selasa, 15 Maret 2011

KADER : TULANG PUNGGUNG REVOLUSI. Che Guevara (September 1962)

Tak perlu lagi untuk meragukan watak khas revolusi kita,tentang hal-ikhwalnya, dengan semangat spontanitasnya, yakni transisi yang berlangsung dari revolusi pembebasan nasional menuju revolusi sosialisme. Dan tak perlu pula meragukan peningkatan pesat dari tahap-tahap perkembangannya, yang dipimpin oleh orang-orang yang sama yang ikut serta dalam peristiwa heroik penyerangan garnisun Moncada, berlanjut melalui pendaratan Granma, dan memuncak pada deklarasi watak sosialis dari revolusi Kuba. Para simpatisan baru, kader-kader, dan organisasi-organisasi membentuk sebuah strukfur organisasional yang pada awal gerakan masih lemah, sampai kemudian berubah menjadi luapan rakyat yang akhirnya mencirikan revolusi kita.

Ketika kemudian menjadi nyata bahwa suatu kelas sosial baru secara tegas mengambil alih kepemimpinan di Kuba, kita juga menyaksikan keterbatasan yang besar dalam menggunakan kekuasaan negara karena adanya kondisi-kondisi yang kita temukan di dalam tubuh negara. Tidak ada kader untuk melaksanakan sejumlah besar pekerjaan yang harus diisi dalam aparat negara, dalam organisasi-oganisasi politik, dan seluruh front ekonomi.

Segera setelah kekuasaan berhasil direbut, pos-pos birokratik hanya diisi dengan cara 'asal tunjuk' saja. Tidak menimbulkan masalah yang besar--tidak satupun karena struktur lama belum dihancurkan. Aparat berfungsi lamban dan tertatih tatih seperti sesuatu yang tua dan hampir mati. Tapi ia memiliki organisasi dan di dalam organisasi yang- memadai untuk mempertahankan dirinya melalui kelembaman, melecehkan perubahan-perubahan politik sebagai awal bagi perubahan struktur ekonomi.

Gerakan 26 Juli yang masih disibukkan oleh pertarungan internal sayap kanan dan sayap kiri, tidak bisa mencurahkan dirinya untuk tugas-tugas pembangunan. Dan Partai Sosialis popular yang karena terlampau lama mengalami serangan-serangan keji dan bergerak di bawah tanah selama bertahun-tahun, tidak mampu mengembangkan kader-kader menengah untuk menangani tanggung jawab baru.

Ketika campur tangan negara yang pertama kali dalam ekonomi berlangsung (1), tugas-tugas menemukan kader tidaklah terlalu rumit, dan memungkinkan untuk memilih diantara rakyat yang telah memiliki basis minimum untuk menjalankan posisi-posisi kepemimpinan. Tetapi dengan percepatan proses yang dimulai dengan nasionalisasi perusahaan-perusahaan Amerika dan kemudian disusul dengan perusahan-perusahaan besar Kuba, kebutuhan nyata untuk teknisi-keknisi administrasi mulai muncul. Di sisi lain, kebutuhan akan teknisi-teknisi produksi dirasakan semakin mendesak. krena larinya banyak teknisi yang tertarik oleh posisi-posisi yang lebih baik yang ditawarkan oleh perusahaan-perusahaaan imperialis di AS atau di negeri Amerika Latin lainnya. Sementara sibuk dengan tugas-tugas organisasional ini, aparat-aparat politik harus melakukan upaya yang gigih untuk memperhatikan masalah ideologi kepada massa yang bergabung dalam revolusi dan berhasrat besar untuk belajar.

Kita semua telah berusaha menjalankan peran sebaik mungkin, tapi bukannya tanpa ada masalah dan kekecewaan. Banyak kekeliruan yang dilakukan dalam bidang administratif di tingkat eksekutif pusat. Banyak kesalahan telah dibuat oleh para administratur baru di perusahaan-perusahaan yang sarat dengan tanggung jawab besar. Kita juga mengakui adanya-kekeliruan besar dan mahal yang dilakukan oleh aparat-aparat politk, yang sedikit demi sedikit merosot menjadi birokrasi yang melenakan.dan menghanyutkan, yang dijadikan sebagai batu loncatan untuk pos-pos birokratik yang penting atau kurang penting yang pada akhirnya memisahkan mereka dari massa.

Penyebab utama dari kekeliruan-kekeliruan kita adalah kurang memahami kenyataan yang ada. Selain itu, kita kekurangan perangkat, yang menumpulkan pandangan kita dan membelokkanpartai menjadi sebuah organisasi birokratik, yang membahayakan administrasi dan produksi, kita kekurangan kader-kader maju pada tingkat menengah. Ini merupakan bukti bahwa pengembangan kader sama artinya dengan kebijakan turun ke massa. Semboyannya adalah sekali lagi untuk menegakkan kontak dengan massa, kontak yang dipelihara terus oleh revolusi pada masa-masa awalnya.tapi ini harus ditegakkan melalui mekanisme yang mampu memberikan hasil-hasil yang paling menguntungkan baik bagi kepentingan sentimen massa maupun dalam penyampaian kepemimpinanpolitik, yang di banyak kasus hanya diberikan melalui campur tangan PM Fidel Castro atau beberapa pimpinan revolusi lainnya.

Pada titik ini kita dapat mengajukan pertanyaan : apakah itu kader ? kita harusmenyatakan bahwa seorang kader adalah seorang individu yang telah mencapai perkembangan politik yang cukup mampu menafsirkan petunjuk-petunjuk yang lebih besar berasal dari kekuasaan pusat menjadikanya sebagai miliknyadan memegangnya sebagai suatu orientasi ke massa ; seseorang yang pada saat yang sama harus juga mampu menafsirkan isyarat-isyarat yang dimunculkan oleh massa mengenai keinginan-keinginan dan motivasi mereka yang paling dalam.

Seorang kader adalah seorang yang memiliki disiplin ideologis dan administratif, yang mengetahui dan mempraktekkan sentralisme-demokrasi dan yang mengetahui bagaimana mempraktekkan azas diskusi kolektif dan pengambilan keputusan serta tanggung jawabnya masing-masing. Ia adalah seorang individu yang telah terbukti kesetiaannya, yang keberanian lahiriah dan moralnya telah berkembang seiring dengan perkembangan ideologisnya, yang dengan demikian ia selalu berkeinginan untuk menghadapi setiap perdebatan dan bahkan menyerahkan seluruh hidupnya untuk kejayaan revolusi. Sebagai tambahan, ia juga seorang individu yang dapat berfikir berdikari, yang mampu membuat keputusan-keputusan yang diperlukan dan melakukap prakarsa kreatif yang tidak bertentangan dengan disiplin.

Karenanya, kader adalah seorang pencipta, seorang pemimpin yang berpendirian kukuh, seorang teknisi dengan tingkat politik yang baik, yang memegang prinsip dialektika untuk memajukan sektor produksinya, atau mengembangkan massa dari posisi kepemimpinan politiknya.

Manusia teladan ini, yang dari luar nampak seolah-olah tingkat kebajikannya itu sulit dicapai, ternyata hadir diantara rakyat Kuba, dan kita menemuinya tiap hari. Hal yang pokok sebetulnya adalah mengambil manfaat dari setiap peluang yang ada guna mengembangkan mereka semaksimal mungkin, untuk mendidiknya, untuk menarik manfaat yang paling besar dari setiap kader dan mengalihkannya menjadi nilai tertinggi bagi kepentingan bangsa.

Pengembangan saorang kader dicapai melalui pelaksanaan tugas-tugas setiap hari. Selain itu, tugas-tugas itu harus dijalankan secara sistematik, di dalam sekolah-sekolah khusus, diajar oleh pengajar yang kompeten--yang memberikan teladan bagi murid-muridnya--akan mendorong kemajuan ideologis yang paling pesat .

Dalam sebuah sistem yang sedang mulai membangun sosialisme, jelas kader harus maju secara politik. Selain itu, bila kita mempertimbangkan perkembangan politiknya, kita tidak hanya memperhitungkan teori Marxist. Kita harus juga menuntut tanggungjawab dari individu terhadap tindakan-tindakannya, sebuah disiplin yang mengendalikan setiap kelemahan dan yang tidak menghambat lahirnya prakarsa Dan kita harus mgnuntut kekhusukkannya yang terus-menerus terhadap semua masalah-masalah revolusi. Untuk dapat mengembangkan seorang kader, kita harus memulai dengan menegakkan prinsip seleksi diantara massa. Di sana lah kita menemukan individu-individu yang berkembang, yang diuji oleh pengorbanan atau yang baru mulai menunjukkan kepeduliannya dan menugaskan mereka ke tempat-tempat belajar khusus ; atau bila belum ada sekolah-sekolah sedemikian, berikan mereka tanggung jawab yang lebih sehingga mereka teruji dalam kerja praktek.

Dengan cara ini kita telah menemukan sejumlah besar kader-kader baru di tahun-tahun belakangan ini. Tapi perkembanqan mereka tidaklah sama, ketika kawan-kawan muda itu harus menghadapi kenyataan dimana kemunculan pera revolusioner itu tanpa kepemimpinan partai yang memadai. Beberapa diantaranya memang benar-benar berhasil, tetapi lainnya tidak dapat menyelesaikannya dan terputus di tengah jalan Atau lenyap begitu saja ditelan labirin birokrasi, atau terperosok ke dalam godaan-godaan kekuasaan.

Untuk menjamin kemenangan dan konsolidasi menyeluruh dari revolusi, kita harus mengembangkan berbagai jenis kader yagn berbeda. Kita membutuhkan kader politik yang akan menjadi fondasi bagi organisasi-organisasi massa, dan yang akan memimpin massa melalui aksi Partai Persatuan Revolusi Sosialis (2). (Kita telah mulai meletakkan fondasi ini bersama Sekolah Pengajaran Revolusioner, tingkat nasional dan propinsi dan bersama kelompo-kelompok pengkajian dan studi di semua tingkatan). Kita juga membutuhkan kader-kader militer. Untuk mencapai itu kita dapat memanfaatkan proses seleksi selama perang yang dibuat diantara pejuang-pejuang muda kita. Karena, banyak diantara mereka yang masih hidup tapi tanpa pengetahuan teoritik yang cukup, tapi mereka teruji di bawah siraman peluru. Mereka teruji di dalam keadaan perjuangan yang paling su1it, dengan kesetiaan yang telah terbukti kepada rejim revolusioner seJak kelahiran dan perkembangannya, mereka berkait erat semenjak perang gerilya pertama di Sierra Maestra itu. Kita juga mengembangkam kader-kader ekonomi, yang akan mengabdikan dirinya khusus untuk menghadapi perencanaan yang sulit dan tutas-tugas negara sosialis pada masa pembentukannya.

Adalah perlu untuk bekerja dengan kaum profesional, dengan mendesak kaum muda untuk mengikuti salah satu karir teknik yang lebih penting dalam upaya memberikan i1mu pengetahuan, sebuah energi antusiasme ideologis yang menjamin kelajuan pembangunan. Adalah keharusan untuk menciptakan suatu tim administratif yang mengetahui bagaimana menqambi1 manfaat dan_ menyesuaikan pengetahuan teknis khusus lainnya, serta membimbing perusahaan-perusahaan organisasi negara lainya, untuk membawa membawanya sejalan dengan irama revolusi.

Ukuran umum bagi semua kader ini adalah kejernihan politik. Tapi ini bukan berarti dukungan membabi buta terhadap dalil-dalil revolusi, melainkan suatu dukungan yang beralasan. Hal itu memerlukan kapasitas yang besar untuk berkorban dan satu kapasitas analisis dialekttis yang memungkinkannya untuk memberikan sumbangan yang berkesinambungan pada semua tingkatan, hingga memperkaya teori dan praktek revolusi. Kawan-kawan ini harus diseleksi hanya dengan penerapan prinsip bahwa yang terbaiklah yang akan maju ke depan dan yang terbaiklah harus diberikan kesempatan terbesar untuk berkembang.

Dalam semua situasi ini, fungsi kader adalah sama pada masing-masing front yang berbeda. Kader adalah komponen penting dari motor ideologis dari Partai Persatuan Revolusi. Hal ini adalah sesuatu yang dapat kita sebut sebagai gigi penggerak dari motor itu. Menjadi penggerak lantaran ia merupakan bagian dari motor yang menjamin agar motor tersebut bekerja dengan benar. Menjadi penggerak karena ia tidak hanya sekedar penyampai slogan atau menuntut kenaikan atau penurunan, tetapi seorang pencipta yang akan membantu dalam pengembangan massa dan penyampai informasi pada para pemimpin serta menjembatani kontak diantara mereka. Kader memiliki misi penting yang melihatnya bahwa semangat besar revolusi tidak terkikis, dan semnagat besar revolusi tidak terbuang percuma dan tidak terlelap atau berkurang ritmenya. Ini merupakan posisi yang rawan. Ia menyampaikan apa yang datang dari massa dan menanamkan orientasi partai pada massa.

Oleh karena itu pengembangan kader sekarang adalah sebuah tugas yang tak dapat ditunda lagi. Pengembangan massa telah dilaksanakan oleh pemerintah dengan tekad yang besar dan dengan program-program bea-siswanya, dengan prinsip seleksi dengan program studi untuk para pekerja yang menawarkan berbegai kesempatan bagi pengembangan berbagai teknologi; dengan pengembangan sekolah-sekolah teknik yang khusus; dengan pengembangan sekolah-sekolah dan universitat-universitas yang membuka karir-karir baru. Pendeknya, hal ini dilakukan dengan pengembangan studi, kerja, dan kewaspadaan revolusioner sebagi semboyan bagi seluruh negeri kita, yang secara fundamental berbasis pada persatuan Komunis Muda, darimana semua jenis kader harus muncul di masa depan. Bahkan kader-kader pimpinan revolusi.

Hal yang berkaitan erat dengan konsep "kader" adalah konsep kapasitas untuk berkorban, untuk memperlihatkannya melalui contoh-contoh pribadi dari kebenaran dan semboyan revolusi. Sebagai pimpinan politik, para kader harus memperoleh penghargaan dari para pekerja oleh tindakan-tindakan mereka. Adalah suatu keharusan, bahwa mereka memperoleh penghargaan dan kecintaan dari kawan-kawan mereka yang mereka harus bimbing dalam jalan kepeloporan.

Karena semua inilah, tidak ada kader yang lebih baik daripada mereka yang dipi1ih oleh massa di dalam pertemuan-pertemuan yang memilih para pekerja teladan, yang akan bergabung di dalam PURS bersama anggota-anggota lima ORI yang lulus dalam semua ujian seleksi. Pada awalnya, mereka hanya merupakan sebuah partai kecil tapi dengan pengaruh yang besar diantara para pekerja. Kemudian akan tumbuh di saat kemajuan kesadaran sosialis mulai menunjukkkan hasilnya dan ketaatan total terhadap perjuangan rakyat menjadi suatu hal yang diperlukan. Dengen pimpinan-pimpinan perantara dengan kualitas ini, tugas-tugas sulit yang berada di hadapan kita akan diselesaikan dengan kesalahan yang lebih sedikit. Setelah melalui suatu periode yang membingunghan dan metode yang buruk, akhirnya kita tiba pada satu kebijaksanaan yang tepat yang tidak akan pernah ditinggalkan. Dengan impuls kelas pekerja yang selalu diperbarui yang disirami dari pancuran air yang tiada habis-habisnya, para anggota PURS masa depan, dan kepemimpinan partai kita, sepenuhnya kita laksanakan tugas pembentukan kader-kader yang akan menjamin perkembangan yang kukuh dari revolusi kita. Kita harus berhasil dalam tugas ini.


September 1962



Keterangan:
1.Pada November 1959, pemerintahan revolusioner menyetujui suatu undang -undang yang memberikan wewenang pada menteri. perburuhan untuk campur tangan dalam suatu peruahaan, memegang kendali menejemennya tanpa merubah pemilikannya, Para pemilik perusahaan yang diinterrvensi tetap berhak untuk memperoleh laba. bagaimanapun, pada prakteknya sebagian pemilik dari perusahaan-perusahaan ini hengkang dari Kuba. Prosedur ini digunakan terus oleh pemerintah revolusioner sampai akhir 1960, di saat semua cabang-cabang ekonomi pokok dinasionalisasi.

2.Pada saat artikel ini ditulis PURS berada dalam proses pembrntukannya, Pada bulan Maret 1962, pendahulu-pendahulunya ORI, The Integrated Revolution --yang dibentuk melalui penggabungan Gerakan 26 Juli, Partai Sossalis Popular dan Directorate Revolsioner--telah menjalani suatu - proses reorganisasi menuju konsolidasi partai baru di paruh akhir 1963, pusat tari reorganiiasi ini adalah pertemuan-pertemuan yang diadakan pada ribuan tempat-tempat kerja di seluruh Kuba. Masing-masing pertemuan mendiskusikan dan memiiih dari tempat kerja itu seorang pekerja teladan. Mereka yang terpilih pade gilirannya dipertimbangkan untuk keanggotaan partai.

Artikel ini dimuat dalam Jurnal bulanan Cuba Socialista (edisi September 1962)

Minggu, 06 Maret 2011

"Produk Perikanan Tembus Pasar Internasional Lewat Carrefour"

TEMPO Interaktif, Jakarta - Menteri Kelautan dan Perikanan, Fadel Muhammad ingin mendorong produk perikanan Indonesia ke pasar internasional. "Saya ingin pengusaha perikanan bisa memanfaatkan Carrefour untuk menerobos pasar internasional," kata Fadel pada peresmian Kampoeng Carrefour di Carrefour Lebak Bulus, hari ini.

Menurut dia, produk perikanan lebih mudah masuk pasar internasional kalau dibawa oleh Carrefour.

Kegiatan Kampoeng Carrefour diselenggarakan pada 2-15 Maret. Pada kegiatan ini, Carrefour menggandeng 37 pemasok untuk menjual berbagai produk segar perikanan dan pertanian.

Dalam industri perikanan, kata Fadel, lebih sulit membangun jaringan pasokan dan pemasaran ketimbang usaha produksinya sendiri. "Maka, dengan adanya kegiatan yang diadakan Carrefour, pengusaha perikanan kecil dan menengah punya tempat pemasaran," ujarnya. Apalagi, Carrefour adalah perusahaan internasional.

Dengan kegiatan Kampoeng Carrefour juga membuka mata nelayan dan pembudidaya perikanan. "Mereka jadi tahu, apa yang dikerjakan memang ada pasarnya," kata Fadel.

Direktur Jenderal Perikanan Budibaya, Ketut Sugama mengatakan produksi budidaya perikanan mencapai 5,4 juta setahun. Sebesar 40 persen dari jumlah itu adalah ikan air tawar. Sisanya ikan laut, udang dan cumi.

Dengan adanya kegiatan semacam Kampoeng Carrefour, akan memberi keuntungan bagi nelayan dan pembudidaya ikan. "Jaringan distribusi jelas karena tidak ada black market," ujarnya.

Ketut mengungkapkan, selama ini pembudidaya ikan dan nelayan sering dibohongi. "Penampung mengatakan ikan tidak laku, sehingga dibeli dengan murah," kata dia.

Presiden Direktur PT Carrefour Indonesia, Shafie Shamsuddin mengatakan, pada awalnya tujuan Carrefour memang mendistribusikan produk Indonesia itu melalui jaringan gerainya di luar negeri. "Kami akan bantu pengembangan produk perikanan Indonesia," kata dia.

"Kita akan buka akses ke negara-negara ke Carrefour Singapura, Malaysia, Taiwan, Timur Tengah dan Eropa," kata Shafie. Sebab, konsumen di negara-negara itu sudah banyak yang mempertanyakan kemungkinan mendapatkan ikan Indonesia.

Beberapa produk perikanan yang sudah memenuhi standar Carrefour adalah ikan gurame, ikan kakap, marlin, cumi dan udang.

Saat ini, Carrefour sedang membangun proyek untuk penyaluran produk perikanan yang sudah mapan seperti udang. Diantaranya untuk permintaan pasar Malaysia. "Sebab, kebutuhan udang di Carrefour Indonesia yang 40 ton sebulan sudah bisa terpenuhi secara berkesinambungan," ujarnya.

Namun, pasar internasional menerapkan syarat kualitas yang ketat. "Maka, kami bekerja sama dengan pemerintah untuk membina pemasok," ujarnya.

Shafie berharap dalam 5-10 tahun ke depan produk perikanan Indonesia sudah bisa dipasrkan ke jaringan Carrefour internasional. "Kalau tidak terjadi, itu namanya kemunduran," kata Shafie.

Oleh: Eka Utami Aprilia

Senin, 21 Februari 2011

Rumput Laut Dilirik Jadi Obat Malaria

Washington DC, Rumput laut telah digunakan selama berabad-abad untuk mengatasi bisul, luka dan meningkatkan kekebalan. Kini ilmuwan menemukan bahan kimia dalam tanaman tersebut memiliki sifat sebagai anti-malaria pada manusia.

Malaria adalah penyakit yang disebabkan oleh parasit dari Plasmodium falciparum yang disebarkan oleh nyamuk. Parasit tersebut kini sudah kebal (resisten) terhadap obat antimalaria yang banyak digunakan saat ini termasuk pada obat aratemisinin.
Jika hasil temuan ini benar-benar bisa digunakan, maka tanaman rumput laut akan dikembangkan sebagai salah satu obat anti-malaria yang dapat digunakan pada manusia.
Para peneliti dari Georgia Institute of Technology menuturkan bahwa kelas dari senyawa yang terkandung dalam rumput laut yang disebut bromophycolides bisa digunakan atau berpotensi sebagai obat anti malaria.
"Molekul-molekul ini memberikan petunjuk yang mengarah pada pengobatan malaria, dan mereka bekerja melalui suatu mekanisme yang menarik untuk kita pelajari," ujar Dr Julia Kubanek, seperti dikutip dari Dailymail, Selasa (22/2/2011).
Bahan kimia ini telah diujikan terhadap malaria dalam skala laboratorium. Langkah berikutnya peneliti akan melakukan pengujian terhadap hewan percobaan tikus yang diberi penyakit malaria. Para peneliti telah mengungkapkan studi ini dalam American Association for the Advancement of Science di Washington DC.
"Rumput laut memang tidak memiliki respons imun seperti yang dilakukan manusia. Tapi rumput laut memiliki beberapa senyawa kimia di dalam jaringannya yang berfungsi untuk melindungi mereka, karenanya ia akan menghambat masuknya mikroba yang dapat menyerang dan menyebabkan penyakit," ungkap Dr Kubanek.
Rumput laut adalah sejenis ganggang dan dikonsumsi oleh banyak orang di seluruh dunia seperti untuk sup atau sushi. Dalam pengobatan herbal rumput laut biasanya digunakan untuk mengobati arthritis, pilek, flu dan masalah cacing.

Sumber: http://health.detik.com

Jumat, 14 Januari 2011

Pentingnya organisasi dalam kalangan mahasiswa

Di kampus baru, dimanapun itu kita akan banyak mendapat tawaran-tawaran agar mau bergabung dengan salah satu organisasi yang ada.
Banyak dari kita yang langsung menolak bergabung dengan alasan takut nilai IP-nya jeblok, padahal menurut saya di kampus itu hanya ada 3 kegiatan utama yang seharusnya dilakukan oleh para mahasiswa/mahasiswi.
 Mencari nilai
Menurut saya sudah sangat jelas bahwa setiap mahasiswa ingin mendapat nilai sebaik-baiknya dengan cara apapun ( sebaiknya halal agar tidak menambah dosa ) karena kebanyakan orang lebih percaya dengan pembuktian apakah seseorang mampu atau tidak biasanya dilihat dari statistik nilai yang diperolehnya.

 Mencari ilmu
Seharusnya ilmu yang dicari oleh para mahasiswa/mahasiswi tidak hanya teori dari buku, disinilah pentingnya mengikuti organisasi kemahasiswaan karena banyak ilmu tambahan terutama prakteknya yang tidak bisa didapatkan bila hanya belajar text book saja di dalam kelas, contohnya adalah bagaimana caranya membuat suatu rapat menjadi efektif.
 Mencari rekan
Dalam point ini berorganisasi juga sangat penting karena dengan bergabung di satu atau lebih organisasi maka akses yang dipunyai untuk berhubungan dengan orang lain akan bertambah berlipat-lipat karena dalam organisasi biasanya akan banyak kerjasama-kerjasama lintas kampus bahkan daerah, salah satu contohnya adalah studi banding dengan universitas lain.
Kenapa kita berorganisasi? Pertanyaan ini mungkin sudah basi kedengarannya di telinga mahasiswa. Jawaban yang ada mungkin berbeda-beda sesuai dengan redaksi jawaban dari yang ditanya,namun intinya adalah bahwa organisasi adalah wadah pengembangan diri,wadah – dimana mahasiswa yang secara psikologi perkembangan telah memasuki taraf kedewasaan- membutuhkan semacam “simulasi kehidupan” untuk menghadapi kehidupan nyata di luar,wadah dimana para aktifis organisasi mengimplementasikan apa yang mereka dapatkan di bangku pendidikan kedalam objek nyata di kehidupan mereka,dan lain-lain sebagainya.

Banyak sekali pelajaran dan pendidikan yang didapatkan dalam berorganisasi.Didalam organisasi kita bisa belajar disiplin,menghargai waktu,menghargai orang lain,kita dapat mempelajari teknik berkomunikasi dan bersosialisasi dengan berbagai macam tipe manusia dan budaya yang kelak akan berguna bagi diri kita,kita juga dapat mengaplikasikan segala ilmu yang telah kita dapatkan,implementasi ilmu dalam bentuk konkrit bukan sekedar teori dan masih banyak lagi manfaat organisasi.

Positifnya bisa saling bertukar pikiran antar sesama mahasiswa, melatih kepercayaan diri, meningkatkan solidaritas, memupuk rasa tanggung jawab dan dengan berorganisasi, maka para mahasiswa akan mampu dan lebih siap untuk menghadapi kehidupan yang sebenarnya, kehidupan setelah lulus dan berhadapan dengan masyarakat.

Sumber: http://christynaomi.wordpress.com/2009/12/15/pentingnya-organisasi-dalam-kalangan-mahasiswa/

Asal Mula Pendidikan

Pendidikan dalam bahasa Yunani berasal dari kata padegogik yaitu ilmu menuntun anak. Orang Romawi melihat pendidikan sebagai educare, yaitu mengeluarkan dan menuntun, tindakan merealisasikan potensi anak yang dibawa waktu dilahirkan di dunia. Bangsa Jerman melihat pendidikan sebagai Erziehung yang setara dengan educare, yakni : membangkitkan kekuatan terpendam atau mengaktifkan kekuatan atau potensi anak. Dalam bahasa Jawa, pendidikan berarti panggulawentah (pengolahan – Red), mengolah, mengubah kejiwaan, mematangkan perasaan, pikiran, kemauan dan watak, mengubah kepribadian sang anak.

Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) pendidikan berasal dari kata dasar didik (mendidik), yaitu : memelihara dan memberi latihan (ajaran, pimpinan) mengenai akhlak dan kecerdasan pikiran. Sedangkan pendidikan mempunyai pengertian : proses pengubahan sikap dan tata laku seseorang atau kelompok orang dalam usaha mendewasakan manusia melalui upaya pengajaran dan latihan, proses perbuatan, cara mendidik. Ki Hajar Dewantara mengartikan pendidikan sebagai daya upaya untuk memajukan budi pekerti, pikiran serta jasmani anak, agar dapat memajukan kesempurnaan hidup yaitu hidup dan menghidupkan anak yang selaras dengan alam dan masyarakatnya.

Dari pengertian-pengertian dan analisis yang ada maka bisa disimpulkan bahwa pendidikan adalah upaya menuntun anak sejak lahir untuk mencapai kedewasaan jasmani dan rohani, dalam interaksi alam beserta lingkungannya.

Dalam pendidikan terdapat dua hal penting yaitu aspek kognitif (berpikir) dan aspek afektif (merasa). Sebagai ilustrasi, saat kita mempelajari sesuatu maka di dalamnya tidak saja proses berpikir yang ambil bagian tapi juga ada unsur-unsur yang berkaitan dengan perasaan seperti semangat, suka dan lain-lain. Substansi pendidikan menurut Ki Hajar Dewantara adalah membebaskan manusia dan menurut Drikarya adalah memanusiakan manusia. Ini menunjukan bahwa para pakar pun menilai bahwa pendidikan tidak hanya sekedar memperhatikan aspek kognitif saja tapi cakupannya harus lebih luas.

Bagaimana dengan pendidikan di Indonesia?

Apakah pendidikan di Indonesia memperhatikan permasalahan detail seperti ini? Inilah salah satu kesalahan terbesar metode pendidikan yang dikembangkan di Indonesia. Pendidikan kita sangat tidak memperhatikan aspek afektif (merasa), sehingga kita hanya tercetak sebagai generasi-generasi yang pintar tapi tidak memiliki karakter-karakter yang dibutuhkan oleh bangsa ini. Sudah 45 tahun Indonesia merdeka, dan setiap tahunnya keluar ribuan hingga jutaan kaum intelektual. Tapi tak kuasa mengubah nasib bangsa ini. Maka pasti ada yang salah dengan sistem pendidikan yang kita kembangkan hingga saat ini.

Kesalahan kedua, sistem pendidikan yang top-down atau dari atas kebawah. Freire menyebutnya dengan banking-system. Dalam artian peserta didik dianggap sebagai safe-deposit-box dimana guru mentransfer bahan ajar kepada peserta didik. Dan sewaktu-waktu jika itu diperlukan maka akan diambil dan dipergunakan. Jadi peserta didik hanya menampung apa yang disampaikan guru tanpa mencoba untuk berpikir lebih jauh tentang apa yang diterimanya, atau minimal terjadi proses seleksi kritis tentang bahan ajar yang ia terima. Dalam istilah bahasa arab pendidikan seperti ini dikatakan sebagai taqlid. Artinya menerima atau mengikuti apa saja yang dikatakan oleh para pendidik. Dan ini tidak sejalan dengan substansi pendidikan yang membebaskan manusia (Ki Hajar Dewantara).

Kesalahan ketiga, Saat ini terjadi penyempitan makna dari pendidikan itu sendiri ketika istilah-istilah industri mulai meracuni istilah istilah pendidikan. Di tandai dengan bergantinya manusia menjadi Sumber Daya Manusia (SDM).

Sumber: http://worldfhan.wordpress.com/2009/04/04/pendidikan-di-indonesia/

Nelayan Gadai Barang

Tegal, Kompas - Paceklik yang dialami nelayan akibat cuaca ekstrem, membuat kredit gadai di Kota Tegal, Jawa Tengah, meningkat sejak akhir 2010. Sebagian besar nelayan yang tidak mendapat penghasilan itu menggadaikan barang mereka untuk menutup kebutuhan hidup sehari-hari.
Peningkatan permintaan kredit gadai nelayan, misalnya terlihat di Kantor Unit Pelayanan Cabang Pegadaian Tegalsari, yang terletak di kawasan Pelabuhan Perikanan Pantai Tegalsari, Kota Tegal. Sekitar 90 persen nasabah kantor pegadaian itu keluarga nelayan dan pedagang ikan.

Pengelola Kantor Unit Pelayanan Cabang Pegadaian Tegalsari, Caswanto, Kamis (13/1), mengatakan, pada bulan Desember permintaan kredit gadai mencapai Rp 1,25 miliar. Pada bulan ini hingga Kamis kemarin, permintaan kredit gadai sudah mencapai Rp 600 juta. Diperkirakan, hingga akhir Januari, permintaan kredit gadai sekitar Rp 1,3 miliar.

Peningkatan itu cukup besar karena pada November 2010 permintaan kredit gadai sebesar Rp 1,08 miliar. Pada bulan lainnya, rata-rata permintaan kredit gadai sekitar Rp 1 miliar per bulan.

Menurut Caswanto, semua barang yang digadaikan adalah emas. Dari 656 nasabah gadai, sebanyak 19 orang menggadaikan barang dengan nilai Rp 40.000 hingga Rp 150.000, sebanyak 200 orang menggadaikan barang dengan nilai Rp 150.000 hingga Rp 500.000, dan 437 orang lainnya menggadaikan barang senilai lebih dari Rp 500.000.

Casmi (40), istri nelayan tradisional asal Kelurahan Muarareja, Kecamatan Tegal Barat, saat ditemui, sedang menggadaikan gelang emas. Ia menggadaikan barang untuk memenuhi kebutuhan sehari-sehari. Sejak sebulan lalu, suaminya, Rasmani, tidak bisa melaut karena ombak besar. Padahal, ia harus menghidupi empat orang anak.

Dana alih usaha

Terkait dengan kesulitan nelayan, Pemerintah Provinsi Jawa Barat menyediakan dana stimulus Rp 5 miliar untuk 500 kelompok nelayan. Penerima dana stimulus adalah nelayan yang mau melakukan alih usaha menjadi pembudidaya ikan.

Kepala Dinas Perikanan dan Kelautan Jabar Ahmad Hadadi, di Bandung, Kamis (13/1), mengatakan, pihaknya sudah melakukan sosialisasi mengenai stimulus itu. Stimulus diberikan untuk menekan risiko nelayan kehilangan pendapatan karena tak melaut saat cuaca buruk.

Cuaca buruk hingga Kamis kemarin masih terus menyiksa nelayan di sejumlah daerah. Ribuan nelayan di Kalimantan Barat dan pantai utara Jabar, misalnya, seminggu ini tidak berani melaut. Kapal yang mereka miliki tak mampu digunakan untuk menembus ombak setinggi 3 meter hingga 4 meter. Selain berbahaya, selama cuaca buruk berlangsung, tangkapan juga tidak bisa diprediksi. Cuaca buruk juga membuat sejumlah kapal di Gresik, Jatim, menunda pelayaran.

Sumber: http://cetak.kompas.com/read/2011/01/14/04081659/nelayan.gadai.barang

Sosiologi Masyarakat Pesisir

Perairan pesisir adalah daerah pertemuan darat dan laut, dengan batas darat dapat meliputi bagian daratan, baik kering maupun terendam air yang masih mendapat pengaruh sifat-sifat laut, seperti angin laut, pasang surut, dan intrusi air laut. Ke arah laut, perairan pesisir mencakup bagian batas terluar dari daerah paparan benua yang masih dipengaruhi oleh proses-proses alami yang terjadi di darat, seperti sedimentasi dan aliran air tawar.

Definisi wilayah seperti diatas memberikan suatu pengertian bahwa ekosistem perairan pesisir merupakan ekosistem yang dinamis dan mempunyai kekayaan habitat beragam, di darat maupun di laut serta saling berinteraksi. Selain mempunyai potensi besar wilayah pesisir juga merupakan ekosistem yang mudah terkena dampak kegiatan manusia. Umumnya kegiatan pembangunan secara langsung maupun tidak langsung berdampak merugikan terhadap ekosistem perairan pesisir (Dahuri, 2004).

Menurut Dahuri 2004, hingga saat ini masih belum ada definisi wilayah pesisir yang baku. Namun demikian, terdapat kesepakatan umum di dunia bahwa wilayah pesisir adalah suatu wilayah peralihan antara daratan dan lautan. Apabila ditinjau dari garis pantai (coast line), maka wilayah pesisir mempunyai dua macam batas (boundaries) yaitu batas yang sejajar garis pantai (long shore) dan batas yang tegak lurus garis pantai (cross shore).

Untuk kepentingan pengelolaan, batas ke arah darat suatu wilayah pesisir ditetapkan dalam dua macam, yaitu wilayah perencanaan (planning zone) dan batas untuk wilayah pengaturan (regulation zone) atau pengelolaan keseharian (day-to-day management). Batas wilayah perencanaan sebaiknya meliputi seluruh daerah daratan di mana terdapat kegiatan manusia (pembangunan) yang dapat menimbulkan dampak secara nyata terhadap lingkungan dan sumberdaya di wilayah pesisir dan lautan, sehingga batas wilayah perencanaan lebih luas dari wilayah pengaturan.

Dalam day-to-day management, pemerintah atau pihak pengelola memiliki kewenangan penuh untuk mengeluarkan atau menolak izin kegiatan pembangunan. Sementara itu, bila kewenangan semacam ini berada di luar batas wilayah pengaturan (regulation zone), maka akan menjadi tanggung jawab bersama antara instansi pengelola wilayah pesisir dalam regulation zone dengan instansi/lembaga yang mengelola daerah hulu atau laut lepas.

Sosiologi Masyarakat Pesisir merupakan cabang sosiologi yang mempunyai objek khusus yaitu masyarakat pesisir yang hidup dari sumber daya laut seperti nelayan, buruh, pembudidaya, dsb. Populasi masyarakat pesisir didefinisikan sebagai kelompok orang yang tinggal di daerah pesisir dan sumber kehidupan perekonomiannya bergantung secara langsung pada pemanfaatan sumberdaya laut dan pesisir.

Sosiologi adalah ilmu yang mempelajari struktur sosial dan proses-proses sosial, termasuk di dalamnya perubahan-perubahan sosial (Soerjono Soekanto, 1987). Struktur sosial adalah keseluruhan jalinan antara unsur-unsur sosial yaitu kaidah-kaidah sosial (norma-norma sosial), kelompok-kelompok, lembaga-lembaga serta lapisan-lapisan social. Proses sosial adalah pengaruh timbal balik antara berbagai segi aspek kehidupan bersama misalnya pengaruh timbal balik antara segi kehidupan ekonomi dan kehidupan politik. Objek sosiologi adalah masyarakat.

Dari sisi skala usaha perikanan, kelompok masyarakat pesisir cenderung digolongkan pada kelompok miskin yang terdiri dari rumah tangga perikanan menangkap ikan tanpa menggunakan perahu, menggunakan perahu tanpa motor dan perahu bermotor tempel. Kemiskinan yang merupakan indicator ketertinggalan masyarakat pesisir ini disebabkan paling tidak oleh tiga hal utama: kemiskinan struktural, kemiskinan super-struktural, dan kemiskinan kultural.

Secara faktual ada dua faktor yang menyebabkan kemiskinan pada masyarakat nelayan, yaitu faktor alamiah dan non alamiah. Faktor alamiah disebabkan karena fluktuasi musim tangkap ikan dan struktur alamiah sumberdaya ekonomi desa. Sementara faktor non alamiah berhubungan dengan keterbatasan daya jangkau teknologi penangkapan ikan, ketimpangan dalam sistem bagi hasil dan tidak adanya jaminan sosial tenaga kerja, lemahnya penguasaan jaringan pemasaran hasil tangkapan dan belum berfungsinya koperasi nelayan yang ada. Selain itu, masalah teknologi konservasi atau pengolahan yang sangat tradisional, serta dampak negatif orientasi produktivitas yang dipacu oleh kebijakan motorisasi perahu dan modernisasi peralatan tangkap (revolusi biru) yang telah berlangsung sejak tiga dasawarsa terakhir (Kusnadi, 1998).

Kehidupan sehari-hari masyarakat pesisir sering timbul konflik-konflik yang digolongkan menjadi empat jenis konflik. Pertama, konflik kelas, yaitu antarkelas sosial nelayan dalam memperebutkan wilayah penangkapan, seperti konflik nelayan skala besar di sekitar perairan pesisir yang sebenarnya diperuntukan bagi nelayan tradisional. Kedua, konflik orientasi yang terjadi antar nelayan yang memiliki perbedaan orientasi (jangka pendek dan panjang) dalam pemanfaatan sumber daya, seperti konflik horizontal antara nelayan yang menggunakan bom dengan nelayan lain yang alat tangkapnya ramah lingkungan. Ketiga, konflik agraria akibat perebutan fishing ground. Konflik ini dapat terjadi pada nelayan antarkelas maupun nelayan dalam kelas sosial yang sama. Bahkan dapat juga terjadi antara nelayan dengan pihak bukan nelayan, seperti konflik dengan para penambang pasir dan industri pariwisata. Keempat, konflik primordial, yang menyudutkan sistem pemerintahan otonomi dan desentralisasi kelautan. Konflik identitas tersebut tidak bersifat murni, melainkan tercampur dengan konflik kelas maupun konflik orientasi yang sebenarnya kerap terjadi sebelum diterapkannya otonomi daerah.

DAFTAR PUSTAKA
Dahuri, R. 2004. Membangun Indonesia yang Maju, Makmur dan Mandiri Melalui Pembangunan Maritim. Makalah disampaikan pada Temu Nasional Visi dan Misi Maritim Indonesia dari Sudut Pandang Politik, Jakarta, 18 Februari 2004.

Kusnadi, 1998, Nelayan Buruh: Lapisan Sosial yang Paling Miskin di Desa Pantai, Makalah dipresentasikan di Pusat Studi Komunitas Pantai, 5 Januari 1998.

Sinar Harapan. Selasa, 20 September 2005.

Sabtu, 18 Desember 2010

Ilmuwan Menemukan Bukti Pertama Keberadaan Alam Semesta Lain ?

Dengan melihat jauh ke ruang angkasa dan mengamati apa yang terjadi di sana, akhirnya para ilmuwan mengarah pada teori bahwa ini semua berawal dari Big Bang, segera diikuti dengan periode singkat ekspansi super-akselerasi yang disebut inflasi. Mungkin ini adalah awal dari segalanya. Namun akhir-akhir ini, beberapa ilmuwan tengah bertanya-tanya apakah ada sesuatu sebelum itu, yang mengatur kondisi awal untuk kelahiran alam semesta kita.

Dalam studi paling baru mengenai sains pra-Big Bang, yang diposting di arXiv.org, tim peneliti dari Inggris, Kanada, dan Amerika Serikat, Stephen M. Feeney beserta para koleganya mengungkapkan bahwa mereka telah menemukan empat pola melingkar pada latar belakang gelombang mikro kosmik (CMB). Para peneliti menduga bahwa tanda ini bisa merupakan “memar” akibat alam semesta kita bertumbukan sebanyak empat kali dengan ‘gelembung’ semesta lain. Jika mereka benar, ini akan menjadi bukti pertama akan adanya alam semesta lain selain alam semesta kita.

Ide akan adanya alam semesta lain di luar sana bukanlah hal yang baru. Ilmuwan sebelumnya telah mengusulkan bahwa kita hidup dalam “multiverse”, terdiri dari jumlah alam semesta yang tak terbatas. Konsep multiverse berasal dari ide inflasi abadi, di mana periode inflasi hanyalah satu dari sekian banyak periode inflasi. Ketika salah satu bagian dari ruang mengalami satu semburan pertumbuhan dramatis, ia mengembang menjadi alam semesta dengan sifat fisikanya. Seperti namanya, inflasi kekal terjadi berkali-kali dalam jumlah yang tak terbatas, menciptakan jumlah alam semesta yang tak terbatas, dan jadilah multiverse.

Alam semesta yang tak terbatas ini terkadang disebut gelembung alam semesta meskipun mereka berbentuk tidak teratur, tidak bulat. Gelembung alam semesta dapat bergerak dan terkadang berbenturan dengan gelembung alam semesta lainnya. Sebagaimana Feeney menjelaskannya dalam makalah, tabrakan ini menghasilkan inhomogenitas dalam kosmologi bagian-dalam-gelembung, yang dapat muncul pada CMB. Para ilmuwan mengembangkan algoritma untuk mencari tabrakan gelembung di CMB dengan sifat tertentunya, yang menyebabkan mereka menemukan empat pola melingkar.

Namun, para peneliti menekankan bahwa banyak pekerjaan yang diperlukan untuk mengkonfirmasi klaim ini, yang mungkin bisa diperoleh dengan satelit Planck dalam waktu dekat ini. Satelit ini memiliki resolusi tiga kali lebih baik daripada WMAP (di mana data saat ini berasal dari WMAP). Namun demikian, mereka berharap pencarian tabrakan gelembung ini bisa memberi beberapa wawasan ke dalam sejarah alam semesta kita, baik itu karena tumbukan ataupun bukan.

“Non-deteksi yang meyakinkan pada tabrakan gelembung dapat digunakan untuk menempatkan batasan ketat pada teori sehingga menimbulkan inflasi yang kekal, namun, jika tabrakan gelembung diverifikasi dengan data masa depan, maka kita akan memperoleh wawasan yang tidak hanya pada alam semesta kita sendiri, tetapi juga sebuah multiverse di baliknya,” tulis para peneliti dalam studi mereka.

Ini adalah studi kedua pada bulan lalu yang menggunakan data CMB untuk mencari apa yang mungkin terjadi sebelum Big Bang. Pada studi pertama, Roger Penrose dan Vahe Gurzadyan menemukan lingkaran konsentris dengan variasi suhu yang lebih rendah dari rata-rata dalam CMB, yang dapat menjadi bukti untuk kosmologi siklik di mana Big Bang terjadi secara berulang-ulang.

* Sumber artikel: Scientists find first evidence that many universes exist (physorg.com)
* Kredit: University College London
* Informasi lebih lanjut: Stephen M. Feeney, Matthew C. Johnson, Daniel J. Mortlock, Hiranya V. Peiris. First Observational Tests of Eternal Inflation. Cite as: arXiv:1012.1995v1 [astro-ph.CO]

Artikel terkait:
1. Ilmuwan Menemukan Bukti Keberadaan Air Es di Bulan
2. Penjelajah Spirit yang Terjebak di Mars Menemukan Bukti Keberadaan Air
3. Kosmologi Siklis Konformal: Melihat Alam Semesta Sebelum Big Bang
4. Hasil Pertama Eksperimen ALICE pada LHC: Alam Semesta Awal adalah Cairan Panas
5. Tak Ada Bukti Keberadaan Waktu Sebelum Big Bang.

Illuminati, The One World Government

Part 1
Pertama, ditertawakan. Kedua ditentang habis2an. Ketiga, diterima sebagai suatu kenyataan" Arthur Schopenhauer, Philosopher, 1788- 1860.

Illuminatti diambil dari kata `Alumbrados', sekelompok orang yang menyatakan telah menerima pengetahuan rahasia dari sumber yang lebih tinggi, sehingga mereka mempunyai kemampuan intelektual yang superior. Berdiri sejak 1 Mei 1776 oleh Adam Weishaupt--, berhasil mengontrol kelompok rahasia lainnya yang sdh lebih dulu lahir--, spt Freemason--, dan akhirnya melakukan infiltrasi ke berbagai organisasi lain dan pemerintahan.

Tujuan Illuminatti adalah menguasai dunia dengan cara menghapus bentuk kerajaan---, kepemilikan private---, nasionalisme/patriotisme- --, nilai nilai keluarga---, termasuk menghapuskan konsep agama dari yang menyembah Tuhan--, menjadi pemujaan terhadap "reason" – rationalism--, melalui dewa dewa uang *Mamonth*

Strateginya seperti yg ditulis oleh John Robinson, 1798--, `Proof of a Conspiracy'--, adalah memenangkan rakyat biasa di segala lapisan kehidupan melalui sekolah--, sikap keterbukaan dan penuh empati--, pertunjukan--, ketenaran--, toleransi kepada setiap prasangka. Dilanjutkan dengan menyampaikan pandangan melalui art & fashion pada setiap bentuk kesenian, juga dengan mengusung slogan humanity--, mengarahkan kebijakan pendidikan dan manajemen keagamaan--!!!. Untuk itu Illuminati harus punya pengaruh di akademi militer--, universitas--, percetakan--, penerbit buku--, toko--, dan kantor yang mempunyai efek terhadap pembentukan pola pikir seseorang.

Illuminati adalah organisasi rahasia yang menggerakkan revolusi Perancis 1789-1794 melalui Jacobins Club sebagai pendobrak, selanjutnya membentuk New World Order dan Universal Republic--, dipimpin Robespierre--, mengeluarkan "Declaration of the right of man". Selanjutnya tokoh Illuminati--, Babeuf--, menulis "Manifesto of the Equal", dengan cara menghapuskan kepemilikan private dan system distribusi yang equal. Diufuk kiri--, Illuminati menyiapkan seorang Engels--, filsuf dan tokoh kapitalis yang sangat kaya---, agar membantu sahabatnya Karl Marx menulis "The Communist Manifesto" tahun 1848. Dan sepuluh tahun kemudian di tahun 1859--, Illuminati-- , kaum Nihilist-- dan Atheist bertemu di New York---, membentuk International Communism. Sementara di ufuk kanan--, Adam Smith dan Keynes juga disiapkan sebagai cikal bakal kapitalisme.

Dan di pusat conspiracy itu sendiri--, One World bergerak aktif terus menerus--, untuk meniadakan kedaulatan bangsa---, yang mana dilestarikan secara gradual melalui sekolah--, universitas--, kantor pemerintahan--, dan media. Selanjutnya, kekuatan komunis di-dikotomikan dengan kekuatan kapitalis---, yang masing-masing punya pengikut besar---, dengan scenario---, kapitalis harus menang.

Dan dengan sangat jenius Illuminati mengendalikan Zionist sebagai kekuatan lainnya--, juga OKI melalui bangsawan bangsawan Arab---!!. Bersamaan dengan itu mengendalikan Fremasonry yang umumnya adalah UKUSA / WASP dan Serikat Jesuit--!!!. Sehingga sampai tahapan ini, Illuminati memiliki banyak wajah. Oleh kaum capitalist---, illuminati adalah komunis begitu juga sebaliknya---!!! Sedangkan kaum WASP akan menganggap Illuminati adalah papist, pengikut paus yg fanatic via Serikat Jesuit nya--, sedangkan kaum Vatican melihat nya sebagai protestant Freemasonry yg sangat anti khatolik. Begitu juga kelompok Islam melihat Illuminati sebagai perwakilan Zionis--, lengkap dengan protocol protocol Zionisnya. Padahal dari semua kekuatan ini, termasuk para lodge dan rasul rasul utama--, bertemu di tataran tertinggi Illuminati---, untuk membentuk One World Order-- , The Shadow Government. Dan film film Starwars--, the X file dll adalah illustrasi cinema bantuan---, dimana mind set futuristic diarahkan--, bumi hanya di wakili oleh satu pemerintahan yaitu One World Government---, berhadapan dengan kerajaan kerajaan planet lainnya .

Namun--, karena memang pada intinya Illuminati ini kebanyakan adalah kaum Jahudi--, Illuminati menjadi terkesan Jews sekali. Padahal secret org ini main dengan target lebih besar dari pada sekedar Israel semata---, yaitu One World Government. Dalam menjalankan kerajaannya---, Illuminati menerbitkan protocol protocol---, yg apes nya protocol ini di adopt oleh Zionist menjadi Protocol Zionist. Inilah sumber kerancuan sehingga pada akhirnya--, Zionist menjadi satu satunya icon Illuminati---, dan pertarungan Illuminati vs Dunia Theistic--, dibonsai menjadi conflict Islam-Zionist. Padahal--, pertarungan ini lebih besar dari itu.

Dalam Zionist Congress di Basle in 1897--, secara implicit ditekankan bahwa bangsa Yahudi selama ini tertekan--, dan harus bangkit. Semangat ini di tunggangi oleh Illuminati dengan mengompori Jahudi adalah bangsa pilihan memiliki talenta khusus utk menguasai dunia. Tujuannya adalah melalui tangan Yahudi dengan dalih menyatukan bangsa Yahudi untuk membangun National State---, dibangun kekuatan yg pada akhirnya menguasai dunia dengan berbagai cara--, sehingga bangsa-2 di dunia menyerahkan kedaulatannya pada One World. Untuk itu disusunlah protocol protokol yg termuat dalam satu buku panduan.

Buku panduan itu terdiri dari 24 Protokol--, berisi detail plan of action membuat kekacauan--, balance of power--, komunism--, kapitalisme--, humanity--, Interpol--, bunga atas pinjaman--, bond/obligasi---, hingga akhirnya One World dapat menguasai dunia melalui kekuatan ekonomi tersebut. Juga protocol itu memuat action plan politik--, ekonomi--, propaganda--, dan organisasi Diprotokol itu ditekankan bahwa politik tidak ada kaitannya dgn moral. Kekerasan adalah kunci untuk menguasai dunia yg kita kenal sbg Despotism. "The French Revolution" seluruhnya dikooptasi sebagai hasil karya Illuminati melalui slogan Liberty--, Equality-- , Fraternity'. Slogan yang didengungkan oleh rakyat yang bodoh ini membantu Illuminati menghancurkan sistem aristokrasi yang ada dan mereka menggantikannya dengan aristocracy of money.

Kebebasan pers--, berbicara--, dan segala sesuatu yang ada kaitannya dengan pengertian itu harus dikontrol sesuai kemerdekaan pers versi One World. Definisi kata "kebebasan' adalah sesuatu yang benar dilakukan sesuai hukum yang berlaku. Dan hukum itu harus hokum berdasarkan kaca mata Illuminati. Untuk mencapai tujuan itu---, peperangan tidak perlu lagi dengan memenangkan teritorial--- dengan persenjataan ampuh, tetapi perang sesungguhnya adalah perang ekonomi (economic warfare) di dukung dengan perang perang lainnya (cultural warfare, political warfare, spiritual warfare, technological warfare, biological warfare, bio economic warfare etc etc). Perang fisik dilakukan bila semua soft war telah gagal --, seperti serbuan ke Irak misalnya. Untuk itu perlu dirancang hak internasional yang di susun atas nama demokrasi--, hak azazi manusia---, dan issue globalisasi ini akan menghapuskan hak hak nasional bangsa lain.

Untuk mensukseskan semua ini---, perlu suatu sentralisasi pemerintahan untuk mengontrol semuanya. Harus dipupuk kehendak orang didunia untuk akhirnya menuntuk adanya one global police--,, one global government. Dalam konteks ini USA bisa digunakan---, walaupun untuk itu telah dan harus mengorbankan rakyat sendiri sebagai korban sia sia---, namun hal ini setimpal dengan hasil yang diperoleh. (1 vs 1000). Kapital digunakan untuk mengukuhkan monopoli agar pemimpin dapat menggunakan political force. Dengan sentralisasi kekuasaan uang dunia ditangan--, setiap bangsa dapat dijadikan budak.

Kelaparan menciptakan hak bagi kapital untuk mengontrol para pekerja. Dengan keinginan--, ketidakpuasan dan kebencian--, Illuminati menggerakkan massa. Kebencian ini akan memperbesar effek dari krisis ekonomi--, menghentikan industri dan kegiatan ekonomi. Menaikkan dan menjatuhkan pemerintahan pun menjadi hal yg rutin. Yg embalelo dijatuhkan. Yg binaan--, disiapkan. Pemerintahan yg diangkat jelas harus dikelilingi oleh sebanyak mungkin ekonom--, bankers dan millonair--, karena akhirnya semuanya ditentukan oleh angka bukan nilai humaniora---, misalnya kenaikan harga minyak. Untuk tercapainya semua itu--, harus mengganti pimpinan yang dasar pemikirannya pendekatan Ketuhanan--, dengan pimpinan yang sarat dengan kalkulasi matematik dan statistik. Begitu juga Industri harus berada pada posisi spekulatif--, karena disitulah letak kekuatan Illuminati.

Soal terotori, tanah dari bangsa lain harus dikuasai melalui peraturan. Untuk menguasainya--, ekonominya harus dikuasai terlebih dahulu dengan menciptakan krisis ekonomi. Krisis ekonomi diciptakan dengan menarik uang dari sirkulasi. Akumulasi uang yang besar jumlahnya dibiarkan tidak bergerak. Sehingga memaksa berbagai Negara meminjamnya dan menjadi budak kertas berharga. Dalam 20 tahun Negara yang meminjam dengan bunga 5% telah membayar seluruh pinjamannya dalam bentuk bunga, tanpa mengurangi hutang mereka. Betapa bodohnya mereka!!! . Negara tsb kemudian harus memaksa rakyatnya untuk membayar hutangnya kepada orang asing yang kaya raya. Mengapa pimpinan negara yang bodoh itu tidak menggunakan uang dari rakyatnya sendiri? Pemerintah negara itu bisa saja bermain trick dengan pinjaman internal, tetapi tidak bisa dengan pinjaman external karena mereka menyadari bahwa Illuminati akan menuntut uang nya kembali dengan berbagai cara.

Disamping itu--, Illuminati harus mendidik generasi muda dengan prinsip2 dan teori2 yang keliru untuk menghancurkan setiap usaha kolektif--, kecuali usaha kelompok Illuminati. Iluminati harus menguasai universitas--, meruntuhkan teori-2 klasik--, menciptakan teori teori baru sesuai kepentingannya---, dan menghapuskan dari memori setiap orang hal-2 yang tidak sesuai dengan keinginan One World. (Ingat Samuel Huntinton yg TLC dengan The Clash of Civilization nya yg gombal). Illuminati harus membuat lemah pemikiran-2 independen dengan cara mendidik mereka memahami paham one world. Jangan biarkan mahasiswa dan pelajar bertanya tentang kebijakan-2 yang dapat melemahkan one world. Illuminati harus memilih administratur dalam kapasitasnya masing-2 untuk melayani kepentingannya--, baik secara sadar ataupun tidak sadar.

Di bidang information warfare---, *Distraction is one of Illuminati's principal aims*--, dilakukan melalui hiburan---, judi dan bentuk-2 permainan lain. Mengacaukan pengertian publik dengan secara konsisten menyampaikan opini-2 yang kontradiktif---, sehingga mengalihkan pemikiran-2 mereka untuk melawan. Biarkan pikiran publik & mayoritas (demokrasi) menjadi dominant---, karena hal yang paling bahaya adalah pemikiran2 yang datang dari inisiatif perorangan. Biarkan paham Illuminati---, berjalan dengan baik pada kelompok pekerja. Jika negara ybs memprotes One World---, itu hanyalah suatu proforma belaka dan kita jugalah yang mengarahkannya.

Ketika Media sudah berada ditangan---, maka tidak ada satupun pengumuman dan berita tanpa kontrol dari One World terlebih dahulu. Illuminati akan akan mendudukkan journal tersendiri yang disamarkan berasal dari sumber netral sehingga pembaca akan mengikuti bendera yang dipasang oleh mereka. Melalui metode ini bahkan One World membenarkan untuk menyerang konsep2 Illuminati sendiri--, untuk meyakinkan orang bahwa mereka membaca sebuah ekspresi dari kebebasan pers. Biarkanlah diantara mereka sendiri yang mendiskusikan kebodohan mereka atau berkomentar tentang One World. Karenanya Illuminati harus menghapuskan setiap bentuk kepercayaan. Illuminati akan membiarkan satu kepercayaan berdiskusi atau berperang dengan kepercayaan lain---, tapi jangan biarkan mereka mendiskusikan kepercayaan Illuminati yang sebenarnya.

Untuk mensukseskan semua ini harus dibentuk kekuatan yang invisible. Biarkan organisasi lain secara tidak sadar bekerja untuk kepentingan One World---, yg seolah olah membela demokrasi. Biarkan semua segmen bergerak---, mulai dari Zionist--, WASP/UKUSA--, Fremasonry--, Crecent Star--- etc etc. Buat cover sedemikian rupa sehingga tujuan sebenarnya bahkan tidak diketahui oleh orang-2 yang tertarik dengan Freemasonry sekalipun--, kecuali orang tertinggi. Upaya lainnya adalah memperbesar Masonic Lodge sebagai wahana berkumpul--, dibawah kontrol One World. Aktornya adalah tokoh dan aktivist masyarakat terbaik---, seluruh agen polisi internasional ternama---, bankers---, industrialist---, ekonom---, politisi---, economic hitmen dsb.

Orang orang dan profesi profesi ini menjadi penting--, karena mereka berguna untuk menjalankan--, sekaligus melindungi One World. Dorong semangat dan egoisme mereka---, juga kebutuhan mereka untuk sukses.. Jadikan mereka seolah olah orang istimewa---, padahal mereka tak lebih bagaikan macan--, dengan jiwa domba karena mereka tidak punya visi tentang kemauan One World sebenarnya. Mereka cuma budak--!!! Siapa yang akan menyangka--, bahwa orang2 ini---, pejabat pejabat ini---, selebrity selebrity ini---, sebenarnya adalah Illuminati yang mengaturnya naik ke panggung--, sesuai rencana besar The Shadow Governmant??? Dan bila saat nya tiba---, Illuminati pula yg akan menurunkan mereka atas nama demokrasi dan hak azazi manusia---, thema yg sama pada saat menaikkannya. Silahkan renungkan--!!!

Jurus Jurus Indah The Shadow Government

Part II.

***Siapa siapa saja the shadow org dibawah Illuminati tersebut?? Dari sekian banyak shadow org, salah satunya adalah The Round Table-- -, yang ide berdirinya sudah sejak 1870 oleh John Ruskin.. Landasan berpikirnya adalah: Di dunia ini ada sekelompok orang yang lebih superior dibanding orang lain. Orang yang superior tentu berhak hidup lebih baik dari yang lain dan merekapun berkumpul dan sepakat mendirikan `new world order. Maka tahun 1891 diresmikanlah Round Table dengan anggota utamanya Cecil Rhodes- Lord Rotschild. Anggota round table di rekrut dengan menggunakan ide humanitarian sebagai pemikat. Mereka mengajak orang2 pandai dan pimpinan top dunia--, dan ini dipermudah dengan adanya kebutuhan orang orang tersebut untuk menyelesaikan masalah dunia demi popularitasnya. Hanya beberapa top pimpinan yang mengetahui tujuan sebenarnya round table--, yaitu menjadi penguasa dunia. Anggota anggota dari Round Tables group ini terdiri dari international bankers--, politisi--, ekonom--, professors ect ect. Dan di Inggris dimanifestasikan dalam Royal Institute of International Affairs. Di Amerika : Council of Foreign Relations dan di level international adalah: Bilderberger Conference. Semuanya adalah bagian dari Illuminati.

Disamping Round Table---, ada Federal Reserve--, yaitu organisasi non pemerintah yg pada awalnya dimiliki oleh 12 pemegang saham. Federal Reserve berdiri sejak tahun 1913--, disahkan oleh Kongres dan Presiden Woodrow Wilson. Dalam operasionalnya Federal Reserve mencetak uang untuk Amerika dan menerima pajak melalui badan swasta IRS (Internal Revenue Service). Dan ketika Amerika melalui UU dinyatakan bangkrut pada tahun 1929 maka seluruh hak warganegara dan kepemilikannya menjadi milik Federal Reserve. Dan itulah awalnya Federal Reserve mulai mengontrol keuangan Dunia.

Siapa siapakah shareholder dari Federal Reserve? Mereka adalah Sachs of New York--, Godman of New York--, City Bank of New York--, Kuhn Loeb Bank of New York--, Lehman Brothers of New York--, Chase Manhattan Bank of New York--, Lazard Brothers of Paris-France--, Israel Moses Seif Banks of Italy--, Rothschild Bank of London- England--, Rothschild Bank of Berlin- Germany--, Warburg Bank of Hamburg-Germany dan Warburg Bank of Amsterdam-Netherland. Mereka mereka inilah yang mengatur jaringan Bank Internasional termasuk IMF, World Bank melalui jaringan jaringan bank internasional misalnya Swiss Bank--, Bank of Austria--, Bank of Amerika--, Bank of England--, Bank of France dll.

Selain lembaga yg mengatur keuangan dunia--, ada lembaga private yang mengatur kebijakan luar negeri tetapi dalam bentuk pertukaran pikiran yaitu Councill of Foreign Relation (CFR) yang didirikan tahun 1921. Tugasnya adalah mengontrol keamanan nasional dan penasihat kebijakan Amerika selama 85 tahun. Saat ini ada 2900 anggota; dengan 500 anggota sangat berkuasa; 500 lainnya berpengaruh; dan sisanya berpengaruh di dunia akademi--, media--, business--, finance--, dan militer. Tujuannya untuk membentuk sebuah sistem yang mendorong monopoli kapitalisme yang dapat membawa perbedaan mata uang--, system perbankan--, kredit--, manufacturing dan bahan baku kedalam satu supervisi organisasi.

Ketika Nixon berkuasa--, dia menunjuk 115 anggota CFR dalam posisi kunci yang mana Henry Kissinger adalah salah satunya. Slogannya "The New World Order". Dan "Interdependence" adalah kata kunci agar negara menyerahkan kedaulatan-nya kepada satu Supra Pemerintahan Dunia. Thema in juga yang sering dibisiki ke SBY dalam mengantisipasi globalisasi. Pada tahun 1976--, Amerika menandatangani A Declaration of Interdependence--, suatu paket rencana menyerahkan Amerika kepada Pemerintahan Dunia. Sebelum itu-- , pada 1968 didirikan Club of Rome oleh Morgenthau Group dan Aurelio Peccei (Boss Fiat)--, suatu kelompok yang terdiri dari industrialist- -, ilmiawan--, ecologist--, ekonom--, bankers--, humanist dan fanatical cronies. Melalui "The Limits of Growth", 1972 mereka memprediksikan akan kelaparan dan runtuhnya sistem dunia . Oleh karena itu One World harus melakukan sesuatu---, dan akhirnya merekapun membuat perencanaan bagi NATO

Kunci sukses Club of Rome untuk mengontrol dunia adalah kemampuan mereka untuk menciptakan dan mengelola resesi ekonomi yang parah dan selanjutnya economic depression. Pendekatannya dengan melakukan kekacauan sosial dalam skala global--, diikuti depresi ekonomi--, sebagai langkah awal. Menciptakan kelompok massa pengikut one world-- -, yang cukup besar di seluruh dunia---, yang nantinya akan menikmati kesejahteraan di masa depan diatas penderitaan mahluk lainnya. Zero sum game tdk bisa dihindari.

Anggota: terdiri dari 100 orang di 25 negara. Mereka berkeyakinan bahwa satu-satunya cara untuk menyelamatkan dunia adalah dengan pendekatan global : Globalisasi. A New International Order harus berdiri, tidak saja di bidang ekonomi tetapi juga di bidang social dan politik. Proposalnya adalah membagi dunia dalam 10 region--, setiap region dikepalai oleh seorang "technocratic decision-making".

Selain Club of Rome--, ada Bilderberger--, yang didirikan tahun 1954 oleh kelompok elite yang paling prestisius dengan aktor utama: Prince Bernard. Anggotanya petinggi petinggi di Eropa, Canada, dan Amerika. Konperensi international Bilderberger ini dihadiri anggota angota yang terdiri dari pangeran--, politisi--, bankers--, para genius dan diadakan paling tidak satu ataudua kali setiap tahun. Goal utama: mengontrol ekonomi dunia untuk menciptakan one world government.

Ketika tahun 1976 Prince Bernard terlibat skandal Lockheed, maka pada tahun 1977 kedudukannya sebagai ketua diganti oleh Lord Home--, Prime Minister of the United Kingdom dengan dibantu oleh Walter Scheel, mantan President Federal Republic of Germany, Lord Roll of Ipsden, President of S. G. Warburg Group plc, Lord Carrington. Anggotanya: Baron E. de Rotschild, Helmut Schmidt, Agnelli (FIAT), World Bank President, David Rockefeller, Lehman Brothers, Henry Kissinger. Setiap anggota dari Amerika otomatis menjadi anggota CFR.. Enam presiden Amerika yang terakhir adalah anggota Bilderberger

Selain itu juga dibentuk Threelateral Commicion--, disingkat TLC. Organisasi ini berdiri tahun 1973 didanai oleh Rotschild--, Rockefeller dan Ford Fund. Direkturnya Zbigniew Brzezinski--, dengan thema Between Two Ages : balance-of-power politics was out, and world-order politics was in. Merupakan kelanjutan dari pertemuan Bilderberger (dengan anggota international financiers--, industrialists--, media magnates--, union bosses--, academics and political figures).

Awalnya merupakan aliansi Eropa, Amerika dan Jepang untuk menguasai dunia. Kata kuncinya adalah MERGER , yang mana international upper class bersatu utk melindungi kepentingan negara maju. Pimpinan politik yang di promosikan menjadi pemegang kekuasaan harus memberi jaminan bahwa the global financial interests (of the Rockefellers and the other ruling elites) harus dilindungi dimanapun ia berada.

Pada tahun 1973, D.Rockefeller mengundang 200 top bankers--, businessman--, potitisi dan pemimpin serikat kerja yang mana 35 orang diantaranya adalah anggota CFR--, termasuk Jimmy Carter. Melalui Threelateral Commision--, Carter memperoleh short course tentang Foreign Affairs. Dan sebagai imbalannya Carter dikampanyekan sbg "populist" ,"man of the people", "outsider" yg tidak terkait dengan Establishment. Dan tahun 1976 pun Carter menjadi Presiden. Jadi percaya atau tidak---, fakta menujukkan bahwa Carter, yang dikenal jujur, adalah seorang anggota Trilateral Commission yang berkuasa di gedung putih.

The people, governments and economies of all nations must serve the needs of multinational banks and corporations Trilateralism is the current attempt by ruling elites to manage both dependence and democracy -- at home and abroad."

Tujuannya mengamankan kepentingan kapitalisme one world. Caranya ??? Membentuk kebijakan publik dan membangun kerangka stabilitas international untuk dekade mendatang. Jika stabilitas ini tidak menguntungkan, maka perlu dibangun equilibrium baru. Kebijakannya seperti apa? Kebijakan bisa macam macam antara lain : jika sedang tahap eksploitasi maka kebijakannya adalah menjaga perdamaian, mengatur ekonomi dunia dengan membantu redevelopment economic, mengurangi kemiskinan didunia yang pada gilirannya akan menciptakan evolusi yang mulus dan damai dalam sistem globalisasi. Itu ideal nya. Tapi jika tahapan itu gagal dan sumber daya alam tetap ingin di kuasai--, maka benturkan saja peradaban itu dari segi demokrasi--, dan hak azazi manusia yang jelas sangat beda value system nya antara timur dan barat---, seperti yg dilontarkan Samuel Huntinton dalam the clash of civilizationnya. Samuel Huntinton adalah agen TLC yg banyak bermain di Ibero America dengan academic trap nya.

Dan fakta terakhir yg paling menarik adalah penempatan John Bolton dalam upaya mereformasi PBB. Reformasi kearah mana---??? Sesuai keinginan One World tentunya. Sayangnya jurus jurus ini dimainkan begitu kasar. Kelihatan sekali jurus jurus shadow ini dimainkan dengan begitu immature---, jauh dari konsep aslinya yg sangat artistic---, penuh kerahasiaan dan diplomasi tingkat tinggi. Bahkan kaum humanispun juga mempertanyakan eksistensi John Bolton ini. Jika PBB saja ingin mereka reformasi dengan segala cara---, demi kepentingan one world---, apalagi Indonesia. Ah--, sudahlah--!!!

So--, what getu loh? Untuk semua conspiracy ini---, jelas kita tidak mampu melawan--!!!. Yang bisa kita lakukan---, paling cuma merenung-- , sudah seberapa jauh mereka menguasai Indonesia---? Siapa saja decision-maker di dalam negeri yang mendukung mereka---? Apakah modal asing--, privatisasi--, federalisasai---, pinjaman hutang--, merupakan bagian dari rencana besar mereka untuk menguasai Indonesia? Apakah mereka sudah menguasai perbankan kita--? Apakah kepemilikan asset negara akan hilang--? Apakah kita akan atau sudah kehilangan Indonesia--? Akankah Indonesia bubar---? Mungkinkah kita keluar dari Rencana Besar tersebut--? Apa yang harus kita lakukan--? Mari kita cari jawaban dari pertanyaan pertanyaan tersebut---!!!. Jika kita semua malas--, yah sudah marilah kita tidur saja--!!!.

PROJECT LARSWOOD..

Part III

Sekarang kembali ke Project Larswood dalam konteks Asia dan Timor Timur. Project Inteligen Larswood ini di bangun oleh USA, UK, Canada, Asia dan New Zealand yang di dalam dunia Spy Internasional dikenal sebagai UKUSA---, dengan nama lain WASP Alliance. Tujuan proyek ini adalah untuk memata matai seluruh kegiatan militer di Timor Timur----!!! Proyek ini disiapkan jauh sebelum satelite Palapa di luncurkan, dan jauh sebelum invasi TNI ke Timor Timur. Makanya tidak perlu heran jika kemudian ternyata proyek inteligen elektronik Larswood ini---, justru menggunakan fasilitas sinyal dari satelit Palapa milik Indonesia sendiri---, yang digunakan untuk menyadap semua pembicaraan militer---, dari dan ke luar Timor Timur.

Berarti---, dengan adanya Proyek Larswood ini---, maka tidak ada rahasia militer Indonesia apapun yang bisa terlepas dari pemantauan inteligen UKUSA / WASP ini. Mereka melakukan penyadapan--- (intercepsion) terhadap semua komunikasi militer di Timor Timur ---, termasuk juga pembicaaran yang menyangkut kebijakan politik atas Timor Timur , atau pembicaraan yang menyangkut kepentingan mereka yang dilakukan di Jakarta--- melalui peralatan sadap elektronik canggihnya yang ditempatkan diseluruh bagian gedung kedutaan Australia di Jakarta---!!! Seluruh gedung itu berisi alat alat sadap elektronik berkekuatan tinggi yang disebut "Reprieve"---, yang bisa menyadap pembicaraan telepon para pejabat militer---, politicians atau LSM LSM di Indonesia ---, sesuai apa yang mereka ingin tahu. Bahkan seluruh e mail intelijen Indonesia juga mereka sadap.

Penyadapan yang mereka lakukan itu bisa mengunakan satelite---, pesawat udara---, atau kapal laut (Pangkalannya di Tangioma ,Wellington Utara) dan semua hasil sadapan itu tersimpan dan terekam dalam memori chips di project Larswood tadi. Dan jika Amerika, Inggris---, dan Canada menginginkan sesuatu informasi tentang East Timor---, maka mereka tinggal meminta ke Australia atau New Zealand. Ada sistem DSD analysis cell yang bisa disesuaikan dengan bahasa Indonesia dan menterjemahkannya ke dalam bahasa mereka.

Sementara Satelite Palapa yang dibuat oleh industri Hughes, salah satu supplier/ kontraktor persenjataan USA--- , malah menyisakan ruang signal yang memang untuk di sewakan ke negara negara Asean---, namun sekaligus tanpa diketahui oleh Indonesia ---, project Larswood juga mendapat space signal yang bisa di gunakan untuk berkomunikasi kemanapun dengan gratis---, menumpang satelite Palapa kita. Jadi---sebenarnya--- dengan data data komunikasi militer yang mereka peroleh dari intersepsi / penyadapan selama 25 tahun--- sejak tahun 1974---, maka hampir tidak ada rahasia apapun tentang operasi militer Indonesia di Timor Timur--- yang tidak mereka ketahui. Bahkan pembicaraan dengan handy talkie dan telepon seluler tercanggihpun bisa di tangkap oleh UKUSA. Markas UKUSA dengan peralatan canggihnya ini ada di Geraldon---, Australia Barat dan Waihopai di Utara New Zealand ---!!! Kemampuan alat alat canggih ini mampu menyadap telekomunikasi via fax, phone cell dan e mail.

Sedang untuk berita berita rahasia yang dikirim dengan sandi (encrypted)---, mereka juga mempunyai super komputer dan program yang sangat canggih, ECHELON dan CARNIVORE. Dalam menjalankan dan menginterpretasi data ini, mereka di bantu oleh US National Security Agency yang berpusat di Fort Meade Ms, dimana dengan super computer yang canggih ini--, mereka dapat membuka komunikasi yang encrypted tadi---, menjadi sebuah berita yang dapat terbaca---!!!. Sehingga---sejujurnya---, tidak ada rahasia apapun tentang gerakan TNI yang tidak mereka ketahui.

Jadi---, dalam hal ini---, jika memang TNI dituduh terlibat kejahatan perang---, sesungguhnyalah mereka sudah punya bukti lengkap untuk hal hal ini. Cukup ambil satu dua rekaman pembicaraan militer yang memerintahkan etnis cleansing (kalau ada ???) dll---,maka semua akan jelas terbuka. Itu adalah pembuktian yang sangat akurat. Tidak usah menggunakan informasi dari kaum pro kemerdekaan yang ada di Dilli saat ini---, sebab informasi dari sana malah sudah pasti akan bias dan subjective. Jika semua Phone selular---, Handy Talkie---, PRC---, Racal---, dan telepon micro wave bias di sadap mereka---, berarti mereka mengetahui semua gerakan militer di Timor Loro Sae itu. Maka--- silahkan buka sajalah semuanya. Apakah benar TNI terlibat---!!!!. Jangan hanya main tuduh saja.

Dan jika project Larswood ini sudah berlangsung sejak tahun 1974---, jauh sebelum intergrasi East Timor---, standart ganda apa yang mereka gunakan---, sehingga--- saat mana puluhan ribu anggota Fretelin dan TNI yang gugur dahulu---, saat invasi pertama kesana yang justru untuk melindungi Asia dari effek domino komunis---, dan semua itu invasi itu atas persetujuan mereka---, kok saat itu mereka diam saja.. Padahal mereka tahu semua kekejaman saat itu. Kenapa baru kesalahan yang sekarang di ributkan.. Kalau untung mereka diam . Kalau rugi--- baru ribut. Apa namanya bangsa begini---!!! Mereka ribut karena semua infra struktur yang di bangun Indonesia---, dirusak oleh militer---, sehingga mereka harus keluar banyak sekali biaya untuk membangunnya kembali--- !!! Dan mereka merasa rugi---, kesal--- dan emosi dalam hal ini. Lalu mereka mainkan dan bangun opini dunia.

Dahulu mereka yang menjebak Indonesia ----, sekarang mereka pula yang ingin menghakimi Indonesia. Sementara mereka mengetahui semua operasi militer itu---, dan tetap membiarkannya berlangsung. Berarti mereka juga adalah penjahat perang---, bersama sama dengan UKUSA dan WASP Alliance. Maka kalau mau di adili---, ayo kita saling adil mengadili rame rame. Dan bagimana dengan militer yang dibakar itu ???

Yang terjadi sudahlah---, biarlah berlalu. Tetapi para intelektual Indonesia juga jangan begitu mudah termakan media elektronik internasional--- dan lalu menyembah nyembah Asia---, hanya karena mereka pernah minum air di sana. Kita fair saja. TNI lalai dan salah---,. Tetapi Asia yang tahun lalu secara de Yure masih mengakui East Timor sebagai bagian Indonesia karena ingin mendapatkan minyak di Timor Gap---, namun setelah pertemuan para pengusaha minyaknya pada bulan January 1999 lalu, yang merasa lebih untung untuk deal dengan Timor Loro Sae directly---, langsung berubah sikap meninggalkan Indonesia---, adalah suatu sikap yang sangat tidak etis. Materialist berbulu Humanist. Jelas mereka menolong bukan atas dasar membela HAM---, tetapi untuk uang---, dan merupakan ambisi Napi buangan yang ingin menaikkan derajat nya menjadi polisi Asia.

Makanya---, marilah kita berpikir lebih jernih. Membakar orang yang pro intergrasi hidup hidup itu, apa termasuk membela HAM ???? Dan NGO NGO kita menerima uang dari lembaga asing yang nota bene adalah perpanjangan tangan tangan kaum yang ingin mencaplok Indonesia---, apakah bisa dianggap pahlawan HAM. Apakah mereka ini masih berani menyebut dirinya sebagai pahlawan---??? Saat ini TNI memang terdesak. TNI memang terpuruk!!! Tetapi janganlah mengisap madu diatas mayat mayat TNI.

Saat ini, informasi triple agent, menyatakan bahwa Papua Barat akan "mereka" infiltrasi dalam waktu singkat. Penduduk pedalaman Irian jaya akan mereka pengaruhi dengan metode Cargoisme, dengan sasaran membenci pemerintah Indonesia. Dan mereka juga akan menggerakkan semua missionaris asing dan pekerja pekerja sosial--, serta merekrut semua LSM LSM yang haus uang---, untuk memojokkan pemerintah Indonesia di percaturan politik dalam negeri---, dengan jumlah dana yang tidak terbatas. Terutama melalui pembentukan opini di internet ini.

Ada satu lembaga kajian politik internasional yang sangat kuat---,yang saat ini sedang mengincar Irian Jaya ini. Mereka akan menggunakan dalih---, mengembalikan peta Indonesia ke wilayah teritori sebelum 1962---, dengan alasan bahwa selama ini di Irian Jaya telah terjadi Islamisasi, Makasarisasi dan Jawanisasi. Menurut mereka---, hal ini tidak sesuai dengan Universal Human Right---!!! Maka karenanya---, Papua Parat ini akan mereka create untuk minta referendum ulang. Segala dana sudah tersedia---, begitu juga supra dan infra struktur intelijennya.. Dan---, dengan persiapan sematang ini--- jika dilakukan referendum ulang satu tahun kemudian-- -, maka daerah manapun di belahan Indonesia ini---, pasti akan minta Merdeka. Bahkan Bali yang kaya rayapun pasti minta merdeka juga.

Yang Mau dengar silahkan. Mau bantah juga boleh. Yang jelas satu orang staf Unamet saat ini sudah tertangkap di sana dengan dakwaan memprovokasikan Papua Barat agar Merdeka.